Kategori
Tanya-Jawab

Menafsirkan Al-Qur'an Tanpa Ilmu

MENFASIRKAN AL-QUR`AN TANPA ILMU

Assalamu’alaikum. Ustadz, apakah shahih atsar (hadits) dari Ibnu Abbas, “Barang siapa yang berkata tentang al-Qur`an dengan akalnya atau tanpa ilmu, maka hendaknya mengambil tempat duduknya di neraka.” Shahihkah? [Abu Zaki, Pontianak, 085650900XXX]

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuhu.

Alhamdulillah washolatu wassalamu ‘ala rosulillah wa ba’du,

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalan Abdul A’la bin Abu Amir ats-Tsa’labi dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam-:

اِتَّقُوْا الْحَدِيْثَ عَنِّيْ إِلاَّ مَا عَلِمْتُمْ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ، وَمَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Bertakwalah dalam menceritakan hadits dariku kecuali apa yang telah kalian ketahui, dan barang siapa yang berdusta atas namaku hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka, dan barang siapa yang berkata tentang al-Qur`an dengan akalnya maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka.

Kategori
Sya'ir

Menyesali Dosa-dosa Yang Berlalu Dan Bertaubat Di Tahun Baru

Menyesali Dosa-dosa Yang Berlalu
Dan Bertaubat Di Tahun Baru

قَطَعْتَ شُهُـوْرَ اْلعَـامِ لَهْـوًا وَغَفْلَةً            وَلَمْ تَحْتَـرِمْ فِيْمَـا أَتَيْتَ الْمُحَرَّمًـا
فَـلاَ رَجَـبًا وَافيْتَ فِيْـهِ بِحَـقِّـهِ                  وَلاَ صُمْتَ شَهْرَ الصَّوْمِ صَوْمًا مُتَمِّمًا
وَلاَ فِيْ لَـيَالِيْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ الَّذِيْ         مَضَى كُنْتَ قَوَّامًـا وَلاَ كُنْتَ مُحْرِمًا
فَهَلْ لَكَ أَنْ تَمْحُـوَ الذُّنُوْبَ بِعَبْـرَةٍ              وَتَبْكِي عَلَيْهَـا حَسْرَةً وَتَـنَـدُّمًـا
وَتَسْتَقْبِلَ الْعَـامَ الْجَـدِيْـدَ بِتَـوْبَـةٍ                 لَعَلَّكَ أَنْ تَمْحُـوَ بِهَـا مَـا تَقَدَّمًـا

Engkau lalui bulan-bulan setahun dengan senda gurau dan kelalaian

Dan engkau tidak memberikan penghormatan pada bulan Muharram

Demikian pula bulan Rajab haknya tidak engkau tunaikan

Dan berpuasa di bulan puasa engkau tidak sempurnakan

Tidak pula malam-malam 10 (awal) Dzulhijjah yang telah lalu

Engkau tegakkan dengan shalat dan tidak pula ihram (haji dan umrah)

Lalu, akankah engkau melebur dosa-dosa lalu dengan air mata

Dan engkau menangisinya dengan penuh kesedihan dan penyesalan

Kemudian engkau menyambut tahun baru dengan bertaubat

Mudah-mudahan semua itu dapat menghapuskan dosa yang telah lewat

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 57, hal. 60

Kategori
Fatawa Ragam Faedah

Nada Dering HP dengan Al-Qur'an

Nada Dering HP Dengan al-Qur’an, Doa atau Adzan

Soal:

“Apa hukumnya menjadikan nada dering HP dengan doa atau dzikir dan tidak dimatikan ketika melakukan shalat dengan hujjah bahwa nada dering itu termasuk jenis shalat?”

Jawab Syaikh Abdullah bin Ali ar-Rukban:

“Apabila seseorang akan melakukan shalat, hendaknya dia mematikan HP-nya dan hendaklah ia membuat dirinya dan orang lain merasa nyaman. Hal itu karena tindakan tersebut mengganggu, meskipun dengan dzikir atau doa, karena setiap muslim diwajibkan untuk menghadap kepada Allah dengan hatinya dan anggota badannya.