Kategori
Biografi

Syaikh Ali Bin Hasan al-Halabi al-Atsari

Biografi Singkat

Syaikh Ali Bin Hasan al-Halabi al-Atsari حفظه الله

Oleh: Muhammad Sulhan Jauhari


“Para ulama dan imam agama ini senantiasa menjelaskan tipu daya setan dan memperingatkan umat dari kesesatan. Oleh sebab itu mereka menulis karya-karya tulisan, sehingga dapat dipetik faedahnya oleh generasi dahulu dan akan diambil oleh generasi yang akan datang”[1].

Nasab

Beliau adalah seorang Syaikh salafi, pengarang kitab-kitab manhaj dan peneliti kitab-kitab ilmiah, nasab Beliau adalah Ali bin Hasan bin Ali bin Abdulhamid, Abul Harits, penisbatan Beliau adalah al-Halabi, adapun tempat hijrahnya adalah Yordania.

Ayah dan kakek Syaikh Ali hijrah dari kota Yafa, Palestina menuju Yordania pada tahun 1368 H (1948 M), karena adanya peperangan yang dikobarkan oleh zionis Yahudi.

Tempat & Tahun Kelahiran

Syaikh Ali al-Halabi dilahirkan di kota az-Zarqâ’ Yordania pada tanggal 29 Jumadil Ula tahun 1380 H.

Pendidikan

Syaikh berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan tingkat atas dengan sukses pada tahun 1398 H (1978 M). Kemudian Beliau melanjutkan pendidikannya ke fakultas Bahasa Arab di Amman, untuk mempelajari cabang ilmu bisnis dan akuntansi, akan tetapi Allah tidak menakdirkan kepada Beliau untuk menyelesaikan kuliahnya tersebut.

Guru

Syaikh memulai menuntut ilmu agama sekitar seperempat abad yang lalu. Dan Beliau mengambil ilmu ini dari banyak guru. Berikut diantara guru Beliau yang terkemuka:

Kategori
Sya'ir

Pandai dalam Berbuat, Kaya dalam Beramal

Pandai dalam berbuat, Kaya dalam beramal

Imam asy-Syafi’i -rahimahullah- berkata:

إِنَّ الفَقِيْهَ هُوَ الفَقِيْهُ بِفِعْـــلِهِ

لَيْسَ الفَقِيْهُ بِنُـطْقِهِ وَ مَقَـالِهِ

وَكَذَا الرَّئِيْسُ هُوَ الرَّئِيْسُ بِخُلُقِهِ

لَيْسَ الرَّئِيْسُ بِقَوْمِهِ وَ رِجَـالِهِ

وَكَذَا الغَنِيُّ هُوَ الغَنِيُّ بِحَــالِهِ

لَيْسَ الغَنِيُّ بِمُلْكِهِ وَ بِمَــالِهِ

Orang pandai adalah yang pandai dengan perbuatan
Bukan sekedar pandai dengan lisan dan perkataan
Dan pemimpin adalah yang memimpin dengan sopan
Bukan sekedar pemimpin bagi kaum dan orang bawahan
Juga orang kaya ialah yang kaya dengan pengamalan
Bukan sekedar kaya dengan kekuasaan dan perbendaraan

[Diwan al-Imam asy-Syafi’i, Qafiyah al-Lam, Cet. Darul Fikr, Th. 1409 H. – 1988 M.]

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 41)