Kategori
Teladan

Kami akan Terus Membelamu, Wahai Ibu Kami, ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa

Penulis: Ustadz Mubarak Bamualim, Lc. MHI (hafidzohullohu)

Siapa tidak mengenal Ummul Mukminin ‘Aisyah ash-Shiddiqoh binti Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiyallohu ‘anhumaa? Sungguh pulpen ini lemah dan tidak mampu mengungkapkan tentang Ummul Mukminin ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa setelah Alloh Ta’ala menurunkan wahyu tentang beliau, wahyu yang dibaca sepanjang masa. Apakah ada kalimat yang lebih baik, yang lebih benar dan yang lebih sempurna dari kalimat Alloh Robbul ‘Alamin??!

Namun, karena masih ada saja orang-orang yang memakan daging wanita yang disucikan Alloh dari tujuh lapis langit, oleh karena itu kami sajikan kepada pembaca budiman tulisan ini sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan Ibu kami, Ibu Kaum Mukminin -‘Aisyah binti Abu Bakar- sebagai wujud pelaksanaan apa yang disebutkan Alloh dalam al-Qur’an yang mulia:

١٦٤. وَإِذَ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْماً اللّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً شَدِيداً قَالُواْ مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang Alloh akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Robb kamu[1], dan supaya mereka bertakwa.” (QS al-A’roof: 164)

Ummul Mukminin, Sayyidah ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa dan Manaqib (berbagai kemuliaan) beliau:

Kategori
Aqidah Nasehat

Apa yang Telah Kau Perbuat dengan Ilmumu?

Seorang hamba akan ditanya tentang ilmunya, apa yang dikerjakan dengan ilmu tersebut…

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa manusia kelak pada hari kiamat akan ditanya tentang ilmu yang dia peroleh, apa yang telah ia lakukan dengan ilmu tersebut? Sebagaimana hadits dari Abi Barzah al-Aslami rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah bergesar kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat hal –dan disebutkan di antaranya- tentang ilmunya, apa yang telah diperbuat dengan ilmu tersebut.” (HR Tirmidzi: 2417)

Diriwatakan dari Abi Darda’ rodhiyallohu anhu, beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata, “Sesungguhnya yang sangat saya takutkan pada hari kiamat adalah tatkala Robbku memanggilku, kemudian berkata, ‘Wahai Uwaimir! Apa yang kamu kerjakan dari hal-hal yang kamu ketahui?’

Ini merupakan perkara yang besar, keadaan yang sangat mengkhwatirkan, setiap dari ilmu yang diperoleh seorang hamba kelak hari kiamat akan ditanya: apa yang kamu kerjakan dari hal-hal yang kamu ketahui? Karena maksud dari ilmu adalah amal, sebab itu setiap manusia akan ditanya tentang ilmunya yang telah ia pelajari.

Kategori
Aqidah Nasehat

Ilmu dan Amal Tujuan dari Penciptaan

Ilmu dan amal perbuatan adalah tujuan dari penciptaan

Kebutuhan ilmu kepada amal perbuatan sangat jelas terlihat tatkala kedua perkara tersebut merupakan tujuan dari penciptaan, Alloh Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk agar mereka mengetahuiNya, dan Alloh menciptakan mereka agar mereka menyembah Alloh.

Dalil pertama yang menunjukkan hal tersebut adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam akhir ayat dari surat ath-Tholaq:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS ath-Tholaq: 12)

Kalimat dalam firman Alloh: kholaqo (Allah menciptakan), kemudian lita’lamu (agar kamu mengetahui), maka ilmu itu tujuan dari penciptaan.

Dalil yang kedua: firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala pada akhir dari surat adz-Dzariyat:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepadaKu. (QS adz-Dzariyat: 56)

Kategori
Doa Hadits

Memulai Hari dengan Kalimat Tauhid

Di antara doa-doa agung yang dipanjatkan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam setiap pagi hari, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abdurrohman bin Abza rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Dahulu Nabi (shollallohu ‘alaihi wasallam) jika waktu telah pagi, beliau berkata:

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّم وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْراَهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Di waktu pagi kami berada di atas fithroh Islam, di atas kalimat ikhlas, di atas agama Nabi kami Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, di atas agama ayah kami, Ibrohim ‘alaihissalam, yang berdiri di atas jalan yang lurus, seorang muslim, dan bukan termasuk di antara orang-orang musyrik.

Hal apa yang paling indah di pagi hari, tatkala seorang muslim baru membuka matanya, baru bangun dari kematian kecil, tiada yang lebih indah dengan cara memulai dengan bacaan doa di atas, dengan kalimat-kalimat agung di atas yang mencakup tentang pembaharuan keimanan seorang hamba, pengumuman tentang ketauhidan, pengokohan akan kesungguhan mengikuti agama Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, dan mengikuti agama kekasih Alloh -Nabi Ibrohim alaihissalam-, agama yang lurus nan selamat, dan jauh dari kesyirikan, baik yang kecil maupun yang besar.

Kategori
Informasi

Kajian Islam Remaja ke-1: Pemuda yang Berbahagia

Mengharapkan berketetapannya hati di atas agama Alloh…
Mengharapkan keteguhan dalam menapakkan kaki di atas Ahli Sunnah wal Jama’ah…
Mengharapkan senantiasa menuntut ilmu yang haq berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah (Hadits) Rosululloh…
Dan mengharapkan menjadi PEMUDA YANG BERBAHAGIA di dunia dan akhirat…

Hadirilah! Kajian Islam Remaja, untuk pelajar dan mahasiswa, muslim dan muslimah (ikhwan dan akhwat), dengan tema:

Pemuda yang Berbahagia

bersama para Dosen STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Waktu : Ahad, 28 Nopember 2010
Pukul : 08.00 – Qobla Ashar
Lokasi : Masjid Al-Ukhuwah
Perumahan Bendul Merisi Utara 5/15 Surabaya

Pendaftaran dibuka hari ini hingga 26 Nopember 2010

Infaq : Rp. 15.000,- (makan siang, majalah Adz-Dzakhiirah, CD kajian)
Informasi dan Pendaftaran : Ikhwan: 081540851703
Akhwat: 081511784183, 085730200053

Download brosurnya di sini!

Klik link di atas untuk melihat gambar / PDF. Untuk mendownload, klik kanan, kemudian pilih “Save As” / “Save Link As” / “Download”.

Ingin berpartisipasi untuk mengumumkan brosur pada tulisan / posting blog / situs Anda? Copy-paste-kan kode publikasi berikut:

<a href="https://majalahislami.com/kajian-islam-remaja-ke-1-pemuda-yang-berbahagia" title="Klik untuk mengetahui info lebih lanjut tentang Kajian Islam Remaja Edisi 1: Pemuda yang Berbahagia. Download juga BROSURnya, klik di sini!" target=_blank><img src="https://majalahislami.com/brosur-kajian-islam-remaja-1-pemuda-yang-berbahagia-web.jpg" alt="Kajian Islam Remaja Edisi 1: Pemuda yang Berbahagia" width="95%" height="95%"/></a>

Mohon sebarkan kepada saudara-saudara muslim lainnya. Jazakumullohu khoiron.

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama:

Kategori
Hadits

Kemuliaan Pembawa Hadits Rasulullah

Ditulis oleh: Ustadz Abdullah Taslim, MA.

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِت رصي الله عنه قاَلَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: ((نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ — وَفِيْ لَفْظٍ: فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا — حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ)).

Dari Zaid bin Tsabit rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghapalnya’ —dalam lafadz riwayat lain, ‘lalu dia memahami dan menghapalnya—, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya’.” (Hadits yang shahih dan mutawatir).

TAKHRIJ HADITS DAN DERAJATNYA
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud no. 3660, at-Tirmidzi no. 2656, Ibnu Majah no. 230, ad-Darimi no. 229, Ahmad 5/183, Ibnu Hibban no. 680, ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir no. 4890, dan imam-imam lainnya.

Kategori
Informasi

Panduan dan Revisi Pertautan (Link) Majalah Islami Adz-Dzakhirah

Assalamu’alaikum warohmtullohi wabarokatuh.

Pertautan MajalahIslami.com

PERHATIAN: Harap membuat link (pertautan) yang benar ke domain baru majalah Islami ini yaitu MajalahIslami.com

<a href='https://www.majalahislami.com' target='_blank'>Majalah Islami, Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah</a>

Anda bisa melakukan copy-paste kode berikut di bawah, jika hendak me-link ke situs Adz-Dzakhirah (properti pertautan: open in a new window).

<a href='https://www.majalahislami.com' target='_blank'>Majalah Islami, Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah</a>

Berkenaan dengan pindahnya domain Majalah Islami, Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah dari semula adalah dzakhirah [dot]co[dot]cc menjadi majalah islami [dot] com, maka koreksi pertautan dari halaman-halaman situs yang semula memuat link ke situs lama (domain lama) diharapkan agar dapat mengganti linknya ke situs baru ini.

Contoh implementasi dari kode di atas, misalnya seperti berikut.
Contoh pertama:

Diambil dari sumber: Majalah Islami, Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah

Kodenya:

Diambil dari sumber: <a href='https://www.majalahislami.com' target='_blank'>Majalah Islami, Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah

atau

Contoh tampilan:

Sumber: Majalah Islami Adz-Dzakhirah (majalahislami.com)

Kodenya:

Sumber: <a href='https://www.majalahislami.com' target='_blank'>Majalah Islami Adz-Dzakhirah (majalahislami.com)</a>

Jadi, kami memohon untuk merevisi link-link yang terkait ke domain lama, ke domain (situs) baru ini, majalahislami.com denga cara yang telah disebutkan di atas. Hal ini menjadi penting untuk memopulerkan situs ini kepada khalayak dunia dakwah Islam. Waffaqonalloh, semoga Alloh memberikan taufik kepada kita, Amin.

Alhamdulillah Situs Majalah Islami Sudah Normal Kembali

Setelah mempublikasikan tulisan Mohon Maaf, Situs Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Sedang dalam Perbaikan, di mana hal tersebut berkaitan dengan pemindahan data ke server hosting baru karena satu dan lain hal. Alhamdulillah setelah sekian lama, proses migrasi dinyatakan selesai. Mohon bantuannya baik teknis, saran, maupun doa agar dakwah majalah Adz-Dzakhirah dapat konsisten dan istiqomah di jalan yang benar, Amin.

Kategori
Aqidah Nasehat

Buahnya Ilmu dan Amal

Buahnya Ilmu dan Amal [1]

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah, kami memuji, memohon pertolongan, memohon ampunan dan bertaubat hanya kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan yang ada pada diri kami dan dari kejelekan amal-amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tiada kesesatan baginya, dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan maka tiada petunjuk baginya. Saya bersaksi tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, sholawat dan salam tercurahkan baginya, para keluarga, dan para sahabat beliau.

Bukanlah satu hal yang tersembunyi bahwa ilmu merupakan satu hal yang mempunyai kedudukan amat penting dalam agama kita yang lurus ini, dan ilmu kedudukannya sangat agung, ilmu merupakan pondasi yang mana suatu bangunan itu dibangun di atasnya, dan tidaklah mungkin syariat itu tegak, dan juga tidaklah penyembahan kepada Allah itu dapat ditunaikan -yang mana hal itu merupakan sebab utama diciptakannya hamba- kecuali dengan ilmu.

Ilmu merupakan pondasi yang harus ada, dan ilmu sangatlah didahulukan, sebagaimana yang telah Allah –subhanahu wa ta’ala- firmankan:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (Muhammad: 19)

Allah –azza wa jalla- memulainya ayat ini dengan ilmu (fa’lam)

Salah satu dari doa nabi kita Muhammad –shollallahu alaihi wa sallam- yang dilakukan setiap pagi hari setelah sholat subuh, sebagaimana yang ada dalam “Musnad Imam Ahmad” dan “Sunan Ibnu Majah” dan selain keduanya, dari hadis Ummu Salamah –radhiallohu anha- berkata: “Dahulu Rasulullah –shollallahu alaihi wa sallam- berkata setiap selesai sholat subuh setelah salam:

اللهم إني أسألك علما نافعا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima”, dalam riwayat yang lain “amal perbuatan yang sholeh”.

Rasulullah –shollallahu alaihi wa sallam- dalam doanya setiap hari mendahulukan ilmu yang bermanfaat atas rizki yang baik dan amal yang diterima, hal tersebut disebabkan karena seorang hamba tidaklah dapat membedakan antara rizki yang baik dan yang jelek, antara amal yang sholeh dan yang tholeh kecuali dengan ilmu yang bermanfaat (al-Ilmu an-Nafi’).

Kategori
Sya'ir

Jalan Keselamatan

Barang siapa yang berharap selamat
Tak ada jalan selain mengikuti Muhammad
Itulah jalan yang lurus, sedang yang lain adalah
jalan sesat, menyimpang dan kebinasaan
Ikutilah kitab Allah dan sunnah yang shahih
Bila engkau mengikutinya, maka itulah petunjuk
Jauhi pertanyaan dengan mengapa dan bagaimana
Itu adalah pintu yang membutakan orang yang berilmu
Agama ialah sabda Rasul n dan para sahabatnya
dan dititi generasi Tabi’in dan para pengikutnya
مَنْ كَانَ يَرْغَبُ فِـي النَّجَاةِ فَـمَا لَـهُ
غَيْرُ اتِّبَاعِ الْمُصْطَـفَى فِيْـمَا أَتَـى
ذَاكَ سَـبِيْلُ الْمُسْتَـقِيْـمُ وَغَـيْرُهُ
سُبُلُ الضَّلاَلَـةِ وَالْغِوَايَـةِ وَالرَّدَى
فَاتْبَعْ كِتَابَ اللَّـهِ وَالسُّـنَنَ الَّتِـيْ
صَحَّتْ فَذَاكَ إِنِ اتَّبَعْتَ هُوَ الْهُدَى
وَدَعِ السُّـؤَالَ بِلِمَ وَكَيْـفَ فَإِنَّـهُ
بَابٌ يَجُرُّ ذَوِيْ الْبَصِيْرةِ لِلْعَـمَـى
الدِّيْنُ مَا قَالَ الرَّسُـوْلُ وَصَحْـبُـهُ
وَالتَّابِعُـوْنَ وَمَنْ مَنَاهِجَهُمْ قَــفَا

[Siyar A’lam an-Nubala’, jilid 23, hlm. 314, Muassasah ar-Risalah, cet. 7, Bairut, Libanon, tahqiq Dr. Basysyar Awwad Ma’ruf dan Dr. Muhyi Hilal as-Sarhan, Ma’a Syaikhinaa Naashir as-Sunnah wa ad-Diin, Muhammad Nashiruddin al-Albani, karya Syaikh Ali Hasan al-Halabi, hlm. 30]

Dari: Majalah Islami, Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 62, halaman 80

Kategori
Manhaj

Hak al-Qur’an al-Karim yang Harus Diperhatikan Umat Islam

Islam adalah agama yang indah, sempurna dan paripurna, menjelas-kan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh umatnya, serta memberikan segala yang punya hak akan haknya. Berikut ini adalah sebagaian dari perhatian Islam akan permasalahan hak, yang telah di sampaikan oleh Syaikh Abu Islam Sholeh Toha dalam bukunya Tabshirotul Anam Bil Huquq Fil Islam dan kami suguhkan intisarinya kapada pembaca sekalian dengan sedikit penambahan, mudah-mudahan  bermanfaat.

Al-Qur`an al-Karim adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam melalui Jibril ‘alaihissalam. Al-Qur`an adalah tali Allah yang kuat, cahaya yang jelas, serta jalan yang lurus, Barangsiapa yang berpegang teguh dengannya, maka akan selamat. Di dalamnya terdapat berita tentang apa-apa yang terjadi sebelum dan sesudah kita, pemberi keputusan kepada kita. Barangsiapa yang meninggalkannya karena kesombongan maka Allah akan membinasakannya dan barangsiapa yang mencari petunjuk kepada selainnya maka Allah akan menyesatkannya. Dan sungguh Allah telah menjamin bagi siapa yang mengamalkan, bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.