Kategori
Sya'ir

Dialog Antara Ilmu & Akal

Dialog Antara Ilmu dan Akal

عِلْمُ اْلعَلِيْمِ وَعَقْلُ اْلعَاقِلِ اخْتَلَفَا                مَنْ ذَا الَّذِي فِيْهِمَا قَدْ أَحْرَزَ الْشَّرَفَا

فَالْعِلْمُ قَالَ: أَنَا أَحْرَزْتُ غَايَتَهُ                 وَالْعَقْلُ قَالَ: أَنَا الرَّحْمَنُ بِي عُرِفَا

!فَأَفْصَحَ اْلعِلْمُ إِفْصَاحًا وَقَالَ لَهُ                بِأَيِّنَا اللهُ فِي قُرْآنِهِ اتَّصَفَا ؟

فَأَيْقَنَ اْلعَقْلُ أَنَّ اْلعِلْمَ سَيِّدُهُ                    فَقَبَّلَ اْلعَقْلُ رَأْسَ اْلعِلْمِ وَانْصَرَفَا

Ilmunya orang alim dan akalnya orang yang berakal berselisih

Siapakah di antara keduanya yang paling berhak mendapatkan kemuliaan?

Sang ilmu mengatakan: Sayalah yang berhak mendapatkan puncak kemuliaan

Sang akal menjawab: (Sayalah yang paling berhak) karena hanya denganku Allah bisa dikenal!

Maka ilmu menjawab dengan penuh kefasihan seraya mengatakan, dengan siapakah di antara kita yang Allah sifati dengannya dalam al-Qur`an? (Artinya, apakah Allah tersifati dengan al-‘Alim atau al-‘Aqil?)

Akalpun menyerah dan meyakini bahwa ilmu adalah tuannya, sehingga akal mencium ilmu dan berpisah.

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 56 hal. 60

Satu tanggapan untuk “Dialog Antara Ilmu & Akal”

Tinggalkan Balasan