Kategori
Fiqih

Berlebih-Lebihan Dalam Beristinsyâq

Berlebih-Lebihan Dalam Beristinsyâq

Di antara Sunnah nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- yang belum diketahui secara umum atau jarang dilakukan, adalah berlebih-lebihan dalam beristinsyâq, yaitu memasukkan air lewat hidung ketika wudhu dengan berlebih-lebihan. Adapun beristinsyâq dengan cara biasa, tentu mayoritas kaum muslimin biasa menerapkannya, sebab setiap hari mereka berwudhu untuk mengerjakan shalat lima waktu, yang mana istinsyâq merupakan salah satu amalan wudhu. Namun al-Mubâlaghah fî al-Istinsyâq atau berlebih-lebihan dalam beristinsyâq, sangat jarang sekali orang yang mengerjakannya.
Dengan dasar ini, di sini akan kami ulas dengan ringkas pembahasan tentang al-Mubâlaghah fî al-Istinsyâq, dengan tujuan agar sunnah nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

TEKS HADITS

Dari Laqith bin Shabarah -radhiallahu anhu-, ia berkata: Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

أَسْبِغِ الوُضُوْءَ ، وَخَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ، وَبَالِغْ فِي الإِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِماً

Sempurnakanlah wudhu, bersihkanlah di antara sela-sela jari-jemari, dan berlebih-lebihanlah dalam melakukan istinsyaq kecuali apabila engkau dalam keadaan berpuasa. (Hadits shahih. Lihat: Shahîh Abî Dawūd, no. 130, Irwâ` al-Ghalîl, no. 935, Shahîh al-Jâmi’ ash-Shaghîr, no. 927, dll.)

PERKATAAN ULAMA SEPUTAR ISTINSYÂQ

Dianjurkan untuk berlebih-lebihan berkumur dan beristinsyâq bagi orang yang tidak berpuasa . Hal ini sebagaimana disebutkan oleh para ulama, ketika mereka membawakan atau menjelaskan hadits di atas.

Imam ash-Shon’ani -rahimahullah- berkata dalam Subul as-Salâm : Hadits ini adalah dalil yang menganjurkan untuk berlebih-lebihan dalam melakukan istinsyâq bagi orang yang tidak berpuasa. Ia tidak boleh berlebih-lebihan dalam beristinsyâq agar air tidak masuk ke dalam kerongkongannya sehingga dapat membatalkan puasa. Dan ini menunjukkan bahwa berlebih-lebihan dalam beristinsyâq tidaklah wajib. Sebab, andaisaja hukumnya wajib, tentu orang yang berpuasa wajib mengerjakan dan tidak boleh meninggalkannya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahimahulla- bertutur: Termasuk perkara yang disunnahkan ketika berwudhu adalah berlebih-lebihan dalam berkumur dan beristinsyâq. Berlebih-lebihan dalam berkumur berarti menggerakkan air (tatkala berkumur) dengan kuat hingga air tersebut mencapai semua isi mulut. Sedangkan berlebih-lebihan dalam beristinsyâq artinya menghirup air dengan nafas dengan kuat .

Dalam kitab Fiqh as-Sunnah disebutkan : Dan disunnahkan untuk berlebih-lebihan dalam beristinsyâq.
Demikian penjelasan singkat tentang al-Mubâlaghah fî al-Istinsyâq. Semoga kita dapat mengamalkan sunnah nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- yang satu ini dalam kehidupan sehari-hari. Dan semoga Allah memudahkan untuk menghidupkan sunnah beliau yang lainnya.

(adz-Dzakhirah al-Islamiyyah Ed 46, hal. 45)

Tinggalkan Balasan