Majalah adz Dzakhiirah AL ISLAMIYYAH Edisi 97

Segala puji hanya milik Allah , shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad j beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk-Nya sampai hari kiamat, amma ba’du. Para pembaca Selengkapnya »

 

Anugerah yang Dianggap Musibah

Fadlan Fahamsyah, Lc.
Dosen di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

“Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Alloh yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Alloh yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.”

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh

Dunia adalah negeri ujian, tidak ada seorang manusiapun melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya dan ia juga akan diuji dengan musibah dan kesempitan untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar menghadapi ujian tersebut.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

١٦٨. … وَمِنْهُمْ دُونَ ذَلِكَ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. al-A’rof: 168)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang beriman. Jika ia dianugrahi nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya , jika ia tertimpa musibah ia bersabar maka itu baik baginya.” (HR. Muslim: 2999)

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh berkata, “Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Alloh yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Alloh yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.” (Syifaa`ul ‘Aliil: 525)

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

٢١٦. … وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqoroh: 216)

Maka dari itu, hendaklah seorang hamba yang ditimpa penyakit, tidak merasa cemas, takut, dan selalu dirundung duka, akan tetapi hendaklah ia bersabar dan menjadikan rasa sakitnya sebagai wahana beribadah. Ketahuilah, rasa sakit itu datang sebagai kasih sayang Alloh yang dikirim untuk menghapuskan dosa dan mengangkat derajat seorang hamba.

Dan sesungguhnya di balik sakit itu terdapat hikmah dan pelajaran bagi siapa saja yang mau memikirkannya, di antaranya adalah:

1. Menghapuskan dosa dan menyucikan jiwa.

Alloh Ta’ala berfirman:

٣٠. وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan kesalahanmu).” (QS. asy-Syuro: 30)

Mari Sholat Istikhoroh

Oleh: Abu Musa Al-Atsari

Begitu banyak aktivitas seorang muslim dalam kesehariannya. Begitu banyak pula masalah yang dihadapinya, dari yang terkecil kecil hingga menurutnya paling besar. Terkadang ia harus memilih antara dua pilihan atau bahkan lebih. Terkadang pula ia mesti mengambil keputusan tegas antara melanjutkan suatu rencana atau mengurungkannya.

Sikap tepat dalam mengambil keputusan amat sangat kita harapkan sekali, dalam setiap permasalahan atau minimal mayoritasnya. Hanya saja, ketepatan dalam bersikap terkadang luput dari kita. Namun, ketahuilah, ketepatan tersebut sangat bisa kita dapatkan. Dengan mempertimbangkan matang-matang antara beberapa pilihan sesuai kacamata syar’i, meminta nasihat ahlul ilmi, dan dibantu dengan istikhoroh kepada Alloh, semoga diberikan ketepatan, keberkahan, dan kemudahan dalam memutuskan antara beberapa pilihan yang ada.

Seandainya keputusan tersebut adalah baik, semoga Alloh memberikan kemudahan untuk melakukannya. Sebaliknya, bila tidak baik, semoga Alloh menjauhkannya dari kita.

Dan pada edisi kali ini, kami akan menyuguhkan Mutiara Sunnah Nabi n yang berkaitan dengan sholat dan doa istikhoroh. Semoga kita diberikan takdir baik dan dimudahkan untuk mendapatkannya.

Apa itu Istikhoroh

Dari sisi bahasa kata istikhoroh berarti meminta pilihan terbaik. Istikhoroh kepada Alloh artinya meminta pilihan terbaik kepada-Nya. (Lisanul ‘Arob, 4/259)

Majalah Islami Adz-Dzakhirah Edisi 70

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 70 Tahun 1432 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 70 Tahun 1432 / 2011

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 04, Edisi 70, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Tanya-Jawab

Di antara Nama Alloh yang Indah, asy-Syahiid dan ar-Roqiib
Oleh: Abul Mundzir Abdurrahman Hadi, Lc.

Takut kepada Neraka Meski dengan Secuil Kurma
Oleh: Muhtar Arifin, Lc.

Sepenggal Kisah dari Keikhlasan Para Salaf
Oleh: Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah, Lc.

Anugrah yang Dianggap Musibah
Oleh: Fadlan Fahamsyah, Lc.

Amalan Paling Ringan, Berpahala Paling Besar

Majalah Islami Adz-Dzakhirah Edisi 69

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 69 Tahun 1432 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 69 Tahun 1432 / 2011

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 03, Edisi 69, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Suara Pembaca

Kenapa Kupilih Jalan Dakwah
Oleh: Fuad Hamzah Baraba’, Lc.

Di antara Nama Allah yang Indah, al-Qowiy dan al-Matin
Oleh: Abul Mundzir Abdurrahman Hadi, Lc.

Istiqomah dalam Ketaatan
Oleh: Farid Muhammad al-Bathothy, Lc.

Menjadi Pegawai yang Amanah
Oleh: Dr. Ali Mushri Semjan Putra, MA.

Majalah Islami Adz-Dzakhirah Edisi 68

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 68 Tahun 1432 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 68 Tahun 1432 / 2011

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 02, Edisi 68, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Suara Pembaca

Dua Hal yang Memasukkan Manusia ke Surga
Oleh: Abu Ahmad Fuad Hamzah Baraba’, Lc.

Kemungkaran di Kuburan
Oleh: Ahmad Jamil bin Alim

Di Antara Nama Alloh yang Indah, Al-Kabir dan Al-‘Adhim
Oleh: Abul Mundzir Abdurrahman Hadi, Lc.

Urgensi Bahasa Arab dalam Memahami Syariat
Oleh: Abu ‘Ashim Muhtar Arifin, Lc.

Dosa-dosa yang Disegerakan Adzabnya

Buah Istikhoroh

Imam adz-Dzahabi rohimahulloh menceritakan bahwasanya pernah ada suatu perjalanan yang mengumpulkan empat orang ulama yang sama-sama bernama Muhammad: Muhammad bin Jarir ath-Thobari, Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah, Muhammad bin Nashr al-Marwazi, Muhammad bin Harun ar-Ruyani rahimahumulloh jami’an. Bekal perjalanan mereka sama-sama habis sehingga mereka sama-sama lapar. Lalu mereka berkumpul di dalam satu rumah dan mengundi, barangsiapa yang keluar namanya, maka ia mendapat tugas untuk meminta sedekah kepada orang-orang.

Ternyata undian jatuh kepada Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah. Ia berkata, “Tunggu sejenak, biarkan aku sholat istikhoroh terlebih dahulu.”

Setelah itu ia bertolak menuju ke pintu untuk keluar. Namun tiba-tiba ia melihat beberapa buah lilin ada di depan pintu yang dibawa oleh beberapa tentara utusan. Mereka mengetuk pintu, dan Muhammad bin Ishaq membukakan pintu untuk mereka.

Mereka (para tentara utusan) berkata, “Siapa dari kalian yang bernama Muhammad bin Nashr?.” Lalu mereka mengeluarkan pundi uang sejumlah 50 dinar dan memberikan kepadanya.

Mereka bertanya lagi, “Mana yang namanya Muhammad bin Jarir?” Lalu mereka memberinya 50 dinar. Demikian seterusnya hingga keempat Muhammad mendapatkan 50 dinar.

Kemudian utusan itu menjelaskan bahwa Amir (Pemimpin) mereka telah bermimpi dan melihat keempat Muhammad kelaparan, maka itu ia mengirimkan pundi-pundi uang itu kepada mereka. Dan dia bersumpah, apabila uang-uang tersebut habis, hendaklah mereka mengabarkan kepada Amir tersebut.

(Siyar A’lamun Nubala`, adz-Dzahabi, 14/270 & 508. Dinukil dari kitab Jami’ Mukhtashor al-‘Ulum, Dr. Fakhruddin bin az-Zubair al-Muhsi, hal. 24)

Dari: Majalah Islami, adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah, edisi 67, tahun 1432 H / 2011, halaman 71.

Segera terbit: Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, edisi 68!

Keutamaan Mekkah

(Disarikan dari makalah Najlah Sholih yang berjudul Fadlu Mekkah al-Mukarromah dan makalah lainnya, oleh Abu Hasan Arif.)

Di antara tempat/negeri yang memiliki keutamaan dan keagungan adalah Ummul Quro, “Mekkah al-Mukarromah”, di tempat ini terdapat Ka’bah, rumah yang dibangun untuk ibadah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Ka’bah adalah kiblat kaum muslimin baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Sesungguhnya negeri Mekkah adalah tempat turunnya wahyu Alloh, dan risalah (agama Islam), tidak ada seorangpun dari kalangan muslimin yang mengingkari keutamaan negeri Mekkah. Mekkah adalah tempat yang paling dicintai Alloh.

Dari Abdulloh bin Adi bin Hamro rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata:

رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاقِفًا عَلَى الْحَزْوَرَةِ، فَقَالَ: وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ، وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ، وَلَوْلاَ أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ.

“Saya melihat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berdiri di Hazwaroh (salah satu daerah di Mekkah), lalu beliau bersabda, “Demi Alloh, sesungguhnya engkau sebaik-baik bumi Alloh, dan negeri Alloh yang paling dicintai Alloh, kalau bukan lantaran aku dikeluarkan darimu [1], niscaya aku tidak keluar.” (HR. Tirmidzi dan ia menshohihkannya, Nasa’i dalam Sunan al-Kubro, Ibnu Majah, al-Hakim dalam al-Mustadrok dan ia menshohihkannya.)

DI ANTARA KEUTAMAAN KOTA MEKKAH

Alloh Ta’ala memuliakan penduduk kota Mekkah dengan adanya Baitulloh al-Harom rumah peribadatan pertama kali di muka bumi.
Alloh Ta’ala berfirman:

٩٦. إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitulloh yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imron: 96)

Majalah Islami Adz-Dzakhirah Edisi 67

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 67 Tahun 1432 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 67 Tahun 1432 / 2011

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 01, Edisi 67, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Suara Pembaca

Wabah Syirik Menjangkiti Umat
Oleh: Abu Nafiisah Abdurrahman Toyyib, Lc.

Di Antara Nama Alloh yang Indah, al-‘Afwu, al-Ghofur, dan at-Tawwab
Oleh: Abul Mundzir Abdurrahman Hadi, Lc.

Hakekat Hidup Hina dan Mulia
Oleh: Imam Wahyudi, Lc.

3 (Tiga) Wasiat Rosululloh
Oleh: Muhammad Farid al-Bathothy, Lc.

Kami akan Terus Membelamu, Wahai Ibu Kami, ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa

Penulis: Ustadz Mubarak Bamualim, Lc. MHI (hafidzohullohu)

Siapa tidak mengenal Ummul Mukminin ‘Aisyah ash-Shiddiqoh binti Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiyallohu ‘anhumaa? Sungguh pulpen ini lemah dan tidak mampu mengungkapkan tentang Ummul Mukminin ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa setelah Alloh Ta’ala menurunkan wahyu tentang beliau, wahyu yang dibaca sepanjang masa. Apakah ada kalimat yang lebih baik, yang lebih benar dan yang lebih sempurna dari kalimat Alloh Robbul ‘Alamin??!

Namun, karena masih ada saja orang-orang yang memakan daging wanita yang disucikan Alloh dari tujuh lapis langit, oleh karena itu kami sajikan kepada pembaca budiman tulisan ini sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan Ibu kami, Ibu Kaum Mukminin -‘Aisyah binti Abu Bakar- sebagai wujud pelaksanaan apa yang disebutkan Alloh dalam al-Qur’an yang mulia:

١٦٤. وَإِذَ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْماً اللّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً شَدِيداً قَالُواْ مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang Alloh akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Robb kamu[1], dan supaya mereka bertakwa.” (QS al-A’roof: 164)

Ummul Mukminin, Sayyidah ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa dan Manaqib (berbagai kemuliaan) beliau:

Apa yang Telah Kau Perbuat dengan Ilmumu?

Seorang hamba akan ditanya tentang ilmunya, apa yang dikerjakan dengan ilmu tersebut…

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa manusia kelak pada hari kiamat akan ditanya tentang ilmu yang dia peroleh, apa yang telah ia lakukan dengan ilmu tersebut? Sebagaimana hadits dari Abi Barzah al-Aslami rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah bergesar kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat hal –dan disebutkan di antaranya- tentang ilmunya, apa yang telah diperbuat dengan ilmu tersebut.” (HR Tirmidzi: 2417)

Diriwatakan dari Abi Darda’ rodhiyallohu anhu, beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata, “Sesungguhnya yang sangat saya takutkan pada hari kiamat adalah tatkala Robbku memanggilku, kemudian berkata, ‘Wahai Uwaimir! Apa yang kamu kerjakan dari hal-hal yang kamu ketahui?’

Ini merupakan perkara yang besar, keadaan yang sangat mengkhwatirkan, setiap dari ilmu yang diperoleh seorang hamba kelak hari kiamat akan ditanya: apa yang kamu kerjakan dari hal-hal yang kamu ketahui? Karena maksud dari ilmu adalah amal, sebab itu setiap manusia akan ditanya tentang ilmunya yang telah ia pelajari.