Jadilah Agen Majalah adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah

Persyaratan Agen Majalah adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah Mengirimkan fotocopy tanda pengenal KTP/SIM atau yang lainnya. Alamat lengkap untuk pengiriman majalah. (Apabila alamat tanda pengenal tidak sama dengan alamat tempat tinggal Anda sekarang) Pemesanan majalah Selengkapnya »

 

Majalah adz-Dzakhiirah AL-ISLAMIYYAH Edisi 77

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 77 Tahun 1433 / 2012

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 77 Tahun 1432 / 2012

Alhamdulillah, telah terbit Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah. Segera dapatkan edisi terbaru di agen-agen terdekat di kota Anda (lihat Daftar Agen). Dalam edisi ini dibahas mengenai Bersikap di Tengah Permusuhan terhadap Islam, di mana telah kita dapati bersama permusuhan dari orang-orang yang membenci agama yang haq ini, yakni dengan menghina Islam dari syari’atnya, membantai kaum Muslimin, hingga melecehkan simbol-simbol keIslaman, seperti melecehkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Rasul yang mulia yang diutus ke muka bumi ini untuk membawa rahmat sekalian alam. Lalu bagaimana Islam menuntun kita tentang sikap kita untuk mendudukkan perihal ini, apakah dengan membakar, membuat kerusuhan, dan melakukan kerusakan-kerusakan serupa? Simak di majalah Al-Islamiyyah edisi baru ini dengan tampilan wajah baru yang cantik pula. Turut dihadirkan pula tulisan menarik lainnya, segera dapatkan sekarang juga!

TELAH TERBIT! Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 11, edisi 77, tahun 1433 H / 2012.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi

Tanya Jawab: Doa Agar Dikaruniai Anak Shalih

Tanya Jawab: Wanita yang Ditinggal Mati Suami

Bersikap di Tengah Permusuhan terhadap Islam

Majalah adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah Edisi 76

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 76 Tahun 1433 / 2012

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 75 Tahun 1432 / 2012


TELAH TERBIT! Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 10, Edisi 76, tahun 1433 / 2012.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi

Tanya Jawab: Bolehkah Puasa Setelah Pertengahan Sya’ban?

Antara Sunnah dan Menaati orang Tua
Oleh: Dialihbahasakan dari Kitab: Suaalaat Ali bin Hasan bin Abdil Hamid al-Halabi al-Atsari Li Syaikhihi al-Imam al-‘allamah al-Muhaddits al-faqih asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani oleh : Abdul Basith, Lc

Kecanduan Dosa Bagaimana Mengobatinya
Oleh: Abdul Basith, Lc

Menggapai Hidup Tegar dengan Beriman Kepada Qadar
Oleh: Muhtar Arifin Lc.

Hikmah Penciptaan Manusia dan Jin
Oleh: Abdurrahman Hadi bin Mundzirin, Lc.

Berdoalah
Oleh: Abu Hasan Arif

Serangakaian Makar Setan Untuk Anak Adam
Oleh: Fadlan Fahamsyah, Lc.

Indahnya Syariat dalam Menjaga Umat dari Setan yang Terlaknat
Oleh: Fadlan Fahamsyah, Lc.

Dekat dengan Allah dengan Berdoa
Oleh: Abu Hasan Arif

Hakikat Kehidupan
Oleh: Abu Hasan Arif

Segera dapatkan majalah ini via sms ke 0817 520 3992

Majalah Adz-Dzakhiirah Edisi 75

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 75 Tahun 1433 / 2012

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 75 Tahun 1432 / 2012

TELAH TERBIT! Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 09, Edisi 75, tahun 1432 / 2012.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi

Tanya Jawab: Menyoal Bid’ah

Kaidah-Kaidah Universal dalam Berinteraksi dengan Manusia
Oleh: Sofyan as-Sasaky

Amalan Utama setelah Amalan Wajib
Oleh: Abu Hasan Arif

Orang-Orang yang Tidak dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat
Oleh: Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah

Mengenal Manusia Termulia
Oleh: Abu Hasan Arif.

Sifat Orang Yahudi
Dialihbahasakan oleh; Abdul Basith dari kitab ad-Duror al-Muntaqoh minal Kalimaat al-Mulqah karya Dr. Amin bin Abdillah asy-Syaqawi)

Pernikahan yang Terlarang
Oleh: Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah.

Segera dapatkan majalah ini via sms ke 0817 520 3992

Majalah Islam Adz-Dzakhiirah Edisi 74

 

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 74 Tahun 1433 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 74 Tahun 1433 / 2011

TELAH TERBIT! Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 08,  Edisi 74, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Mimbar Kulalsalafiyeen

Kiat-Kiat Memanfaatkan Waktu Bagi Wanita Muslimah
Oleh: Abdurrahman Hadi, Lc.

Allah, al-Waly dan al-Maula
Oleh: Abdurrahman Hadi, Lc.

Menggapai Surga dengan Bakti Pada Orang Tua
Oleh:  Farid bin Muhammad al-Bathothy, Lc.

Halal-Haram Seputar Makanan
Oleh: Fadlan Fahamsyah, Lc.

Majalah Islam Adz-Dzakhiirah Edisi 73

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 73 Tahun 1432 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 73 Tahun 1432 / 2011

TELAH TERBIT! Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 07,  Edisi 73, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Tanya Jawab

Keanekaragaman Orang Kafir
Oleh: Abdurrahman Thayyib, Lc.

Rahasia di Balik Asma’ul Husna
Oleh: Abdurrahman Hadi, Lc.

Karunia Ilahi di Bulan Haji
Oleh:  Muhtar Arifin, Lc.

Metode Mendidik si Buah Hati Ala Nabi
Oleh: Fadlan Fahamsyah, Lc.

Manasik Umrah
Oleh: Abdurrahman Thayyib, Lc.

Mengkaji Makna Ibadah Haji

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Edisi 72

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 72 Tahun 1432 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 72 Tahun 1432 / 2011

TELAH TERBIT! Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 06, Edisi 72, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Tanya Jawab

Pembelaan terhadap Para Sahabat dan Ulama`
Oleh: Abdurrahman Hadi, Lc.

Riba, Dosa Pembawa Malapetaka
Oleh: Fadlan Fahamsyah, Lc.

Prinsip-prinsip Membenahi Hati
Oleh: Sofyan Hadi (Mahasiswa STAi Ali bin Abi Thalib Surabaya)

Bagi Anda yang Ingin Berbahagia
Oleh: Abu Musa Al-Atsari, Lc.

Waspadai Pembatal-pembatal Aqidah

Wasiat Emas Imam Syafi’i seputar Menuntut Ilmu

Abu ‘Ashim Muhtar Arifin, Lc.

Nama Imam Syafi’i rohimahulloh tak asing lagi di telinga kaum muslimin. Bahkan kebanyakan kaum muslimin di negeri ini menisbatkan dirinya kepada madzhab beliau rohimahulloh.

Untuk itulah, perlu kiranya kita mengetahui bagaimana Imam Syafi’i ini mewajibkan para penuntut ilmu agar kembali merujuk kepada dalil-dalil syar’i dalam mempelajari ilmu syar’i.

Mutiara Emas Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i rohimahulloh telah membuat perumpamaan bagi penuntut ilmu syar’i yang tidak berdasarkan hujjah. Beliau berkata:

مَثَلُ الَّذِيْ يَطْلُبُ الْعِلْمَ بِلاَ حُجَّةٍ كَمَثَلِ حَاطِبِ لَيْلٍ، يَحْمِلُ حُزْمَةَ حَطَبٍ وَفِيْهِ أَفْعَى تَلْدَغُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِيْ.

Perumpamaan orang yang mencari ilmu tanpa hujjah adalah seperti orang yang mencari kayu bakar pada malam hari, ia membawa seikat kayu, di mana di dalamnya terdapat ular yang siap mematuknya, sedangkan dia tidak mengetahuinya.” (Manaqib Syafi’i, karya al-Baihaqi, jilid 2, hal. 143; al-Madkhol, karya beliau juga, no. 262, hal. 211; Hilyah al-Auliya`, jilid IX, hal. 125; Adab asy-Syafi’i, karya Abu Hatim, hal. 100; Tawaali at-Ta`siis, karya al-Hafidz Ibnu Hajar, hal. 135)

Dari pernyataan ini dapat diketahui bahwa beliau rohimahulloh menganjurkan para penuntut ilmu ketika menuntut ilmu harus berdasarkan kepada hujjah yang berasal dari al-Qur`an dan Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Apabila seseorang mempelajari ilmu agama, akan tetapi tidak merujuk kepada sumbernya yang asli, yaitu Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka bisa saja ia akan mendapatkan masalah-masalah yang disangka termasuk agama, padahal bukan, sehingga akibatnya dapat terjatuh ke dalam penyimpangan.

Makna Ilmu

Para ulama telah menjelaskan bahwa kata ilmu apabila disebutkan secara mutlak dalam al-Qur`an, as-Sunnah, dan ungkapan para ulama adalah ilmu syar’i.

Imam Syafi’i rohimahulloh sendiri telah menyatakan:

كُلُّ الْعُلُوْمِ سِوَى الْقُرْآنِ مَشْغَلَةٌ
إِلاَّ الْحَدِيْثَ وَعِلْمَ الْفِقْهِ فِي الدِّيْنِ
الْعِلْمُ مَا كَانَ فِيْهِ قَالَ حَدَّثَنَا
وَمَا سِوَى ذَلِكَ وَسْوَاسُ الشَّيْطَانِ

Setiap ilmu selain al-Qur`an adalah kesibukan,
Kecuali al-Hadits dan ilmu tentang pemahaman agama.
Ilmu itu apa yang padanya mengandung “ungkapan telah menyampaikan kepada kami” (sanad).
Sedangkan selain itu, adalah bisikan-bisikan setan.

(Diwan Imam Syafi’i, hal. 30, Darul Manar)

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Edisi 71

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 71 Tahun 1432 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 71 Tahun 1432 / 2011

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 05, Edisi 71, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Tanya-Jawab

Demonstrasi Menurut Pandangan Ulama
Oleh: Abu Nafiisah Abdurrahman Toyib, Lc.

Salafi dan Politik Paska Revolusi Mesir

Anugerah yang Dianggap Musibah

Fadlan Fahamsyah, Lc.
Dosen di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

“Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Alloh yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Alloh yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.”

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh

Dunia adalah negeri ujian, tidak ada seorang manusiapun melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya dan ia juga akan diuji dengan musibah dan kesempitan untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar menghadapi ujian tersebut.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

١٦٨. … وَمِنْهُمْ دُونَ ذَلِكَ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. al-A’rof: 168)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang beriman. Jika ia dianugrahi nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya , jika ia tertimpa musibah ia bersabar maka itu baik baginya.” (HR. Muslim: 2999)

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh berkata, “Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Alloh yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Alloh yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.” (Syifaa`ul ‘Aliil: 525)

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

٢١٦. … وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqoroh: 216)

Maka dari itu, hendaklah seorang hamba yang ditimpa penyakit, tidak merasa cemas, takut, dan selalu dirundung duka, akan tetapi hendaklah ia bersabar dan menjadikan rasa sakitnya sebagai wahana beribadah. Ketahuilah, rasa sakit itu datang sebagai kasih sayang Alloh yang dikirim untuk menghapuskan dosa dan mengangkat derajat seorang hamba.

Dan sesungguhnya di balik sakit itu terdapat hikmah dan pelajaran bagi siapa saja yang mau memikirkannya, di antaranya adalah:

1. Menghapuskan dosa dan menyucikan jiwa.

Alloh Ta’ala berfirman:

٣٠. وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan kesalahanmu).” (QS. asy-Syuro: 30)

Mari Sholat Istikhoroh

Oleh: Abu Musa Al-Atsari

Begitu banyak aktivitas seorang muslim dalam kesehariannya. Begitu banyak pula masalah yang dihadapinya, dari yang terkecil kecil hingga menurutnya paling besar. Terkadang ia harus memilih antara dua pilihan atau bahkan lebih. Terkadang pula ia mesti mengambil keputusan tegas antara melanjutkan suatu rencana atau mengurungkannya.

Sikap tepat dalam mengambil keputusan amat sangat kita harapkan sekali, dalam setiap permasalahan atau minimal mayoritasnya. Hanya saja, ketepatan dalam bersikap terkadang luput dari kita. Namun, ketahuilah, ketepatan tersebut sangat bisa kita dapatkan. Dengan mempertimbangkan matang-matang antara beberapa pilihan sesuai kacamata syar’i, meminta nasihat ahlul ilmi, dan dibantu dengan istikhoroh kepada Alloh, semoga diberikan ketepatan, keberkahan, dan kemudahan dalam memutuskan antara beberapa pilihan yang ada.

Seandainya keputusan tersebut adalah baik, semoga Alloh memberikan kemudahan untuk melakukannya. Sebaliknya, bila tidak baik, semoga Alloh menjauhkannya dari kita.

Dan pada edisi kali ini, kami akan menyuguhkan Mutiara Sunnah Nabi n yang berkaitan dengan sholat dan doa istikhoroh. Semoga kita diberikan takdir baik dan dimudahkan untuk mendapatkannya.

Apa itu Istikhoroh

Dari sisi bahasa kata istikhoroh berarti meminta pilihan terbaik. Istikhoroh kepada Alloh artinya meminta pilihan terbaik kepada-Nya. (Lisanul ‘Arob, 4/259)