Category Archives: Sya’ir

Hinanya Dunia

Syair: Hinanya Dunia

Diterjemahkan oleh ust. Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I.
Majalah adz Dzakhiirah al Islamiyyah Edisi 74

Jalan Keselamatan

Barang siapa yang berharap selamat
Tak ada jalan selain mengikuti Muhammad
Itulah jalan yang lurus, sedang yang lain adalah
jalan sesat, menyimpang dan kebinasaan
Ikutilah kitab Allah dan sunnah yang shahih
Bila engkau mengikutinya, maka itulah petunjuk
Jauhi pertanyaan dengan mengapa dan bagaimana
Itu adalah pintu yang membutakan orang yang berilmu
Agama ialah sabda Rasul n dan para sahabatnya
dan dititi generasi Tabi’in dan para pengikutnya
مَنْ كَانَ يَرْغَبُ فِـي النَّجَاةِ فَـمَا لَـهُ
غَيْرُ اتِّبَاعِ الْمُصْطَـفَى فِيْـمَا أَتَـى
ذَاكَ سَـبِيْلُ الْمُسْتَـقِيْـمُ وَغَـيْرُهُ
سُبُلُ الضَّلاَلَـةِ وَالْغِوَايَـةِ وَالرَّدَى
فَاتْبَعْ كِتَابَ اللَّـهِ وَالسُّـنَنَ الَّتِـيْ
صَحَّتْ فَذَاكَ إِنِ اتَّبَعْتَ هُوَ الْهُدَى
وَدَعِ السُّـؤَالَ بِلِمَ وَكَيْـفَ فَإِنَّـهُ
بَابٌ يَجُرُّ ذَوِيْ الْبَصِيْرةِ لِلْعَـمَـى
الدِّيْنُ مَا قَالَ الرَّسُـوْلُ وَصَحْـبُـهُ
وَالتَّابِعُـوْنَ وَمَنْ مَنَاهِجَهُمْ قَــفَا


[Siyar A’lam an-Nubala’, jilid 23, hlm. 314, Muassasah ar-Risalah, cet. 7, Bairut, Libanon, tahqiq Dr. Basysyar Awwad Ma’ruf dan Dr. Muhyi Hilal as-Sarhan, Ma’a Syaikhinaa Naashir as-Sunnah wa ad-Diin, Muhammad Nashiruddin al-Albani, karya Syaikh Ali Hasan al-Halabi, hlm. 30]


Dari: Majalah Islami, Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 62, halaman 80

Keyakinan Muslim Sejati

Keyakinan Muslim Sejati

dialihbahasakan dari karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu

إِنْ كَانَ تَابِعُ أَحْمَدٍ مُتَوَهِّبًا
فَأَنَا الْمُقِرُّ بِأَنَّنِيْ وَهَّابِيْ

Jika pengikut setia Ahmad1) dijuluki WAHABI2)
Maka aku adalah seorang wahabi

أَنْفِي الشَّرِيْكَ عَنِ اْلإِلَهِ فَلَيْسَ لِيْ
رَبٌّ سِوَى الْمُتَفَرِّدِ اْلوَهَّابِ

Kutolak sekutu bagi Allah, bagiku
Tiada Ilah selain Yang Maha Tunggal AL-WAHHAB3)

لاَ قُبَةٌ تُرْجَى وَلاَ وَثَنٌ وَلاَ
قَبْرٌ لَهُ سَبَبٌ مِنَ اْلأَسْبَابِ

Bukan kubah, berhala maupun kuburan
Yang diharapkan sebagai penyebab segala sesuatu

كَلاَّ وَلاَ حَجَرٌ، وَلاَ شَجَرٌ وَلاَ
عَيْنٌ وَلاَ نُصُبٌ مِنَ اْلأَنْصَابِ

Sekali bukan tetap bukan, demikian juga
Bukan batu, pohon, mata air4) dan monumen5)

Kefanaan Kian Mendekat

Kefanaan Kian Mendekat

أَيـَّا إِخْوَتِـيْ آجَـالُـنَا تَتَـقَـرَّبُ                وَنَحْنُ مَعَ اْلأَهْلِيْنَ نَلْهُـوْ وَنَلْعَـبُ

أُعَدِّدُ أَيـَّامِيْ، وَأُحْصِـيْ حِسَابَـهَا           وَمَـا غَفْلَتِيْ عَمَّا أَعُدُّ وَأَحْسِـبُ

غَدًا أَنَا مِنْ ذَا اْليَوْمِ أَدْنَى إِلَى اْلفَنـَا        وَبَعْدَ غَدٍ أَدْنَـى إِلَيْـهِ وَأَقْـرَبُ

Wahai saudaraku, ajal kita kian mendekat
Sedangkan kita bermain dan senda gurau bersama keluarga

Aku menghitung hari-hariku dan menjumlahnya dengan tepat
Dan tidaklah aku lalai dari apa yang kuhitung

Besok hari lebih dekat pada kefanaan dari hari ini
Dan besok lusa lebih dekat lagi dan lebih mendekat

[diterjemahkan dari Diwan Abul ‘Atahiyah hlm. 38, Cet. Dar Bairut]

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 58 hal. 60

Menyesali Dosa-dosa Yang Berlalu Dan Bertaubat Di Tahun Baru

Menyesali Dosa-dosa Yang Berlalu
Dan Bertaubat Di Tahun Baru

قَطَعْتَ شُهُـوْرَ اْلعَـامِ لَهْـوًا وَغَفْلَةً            وَلَمْ تَحْتَـرِمْ فِيْمَـا أَتَيْتَ الْمُحَرَّمًـا
فَـلاَ رَجَـبًا وَافيْتَ فِيْـهِ بِحَـقِّـهِ                  وَلاَ صُمْتَ شَهْرَ الصَّوْمِ صَوْمًا مُتَمِّمًا
وَلاَ فِيْ لَـيَالِيْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ الَّذِيْ         مَضَى كُنْتَ قَوَّامًـا وَلاَ كُنْتَ مُحْرِمًا
فَهَلْ لَكَ أَنْ تَمْحُـوَ الذُّنُوْبَ بِعَبْـرَةٍ              وَتَبْكِي عَلَيْهَـا حَسْرَةً وَتَـنَـدُّمًـا
وَتَسْتَقْبِلَ الْعَـامَ الْجَـدِيْـدَ بِتَـوْبَـةٍ                 لَعَلَّكَ أَنْ تَمْحُـوَ بِهَـا مَـا تَقَدَّمًـا

Engkau lalui bulan-bulan setahun dengan senda gurau dan kelalaian

Dan engkau tidak memberikan penghormatan pada bulan Muharram

Demikian pula bulan Rajab haknya tidak engkau tunaikan

Dan berpuasa di bulan puasa engkau tidak sempurnakan

Tidak pula malam-malam 10 (awal) Dzulhijjah yang telah lalu

Engkau tegakkan dengan shalat dan tidak pula ihram (haji dan umrah)

Lalu, akankah engkau melebur dosa-dosa lalu dengan air mata

Dan engkau menangisinya dengan penuh kesedihan dan penyesalan

Kemudian engkau menyambut tahun baru dengan bertaubat

Mudah-mudahan semua itu dapat menghapuskan dosa yang telah lewat

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 57, hal. 60

Dialog Antara Ilmu & Akal

Dialog Antara Ilmu dan Akal

عِلْمُ اْلعَلِيْمِ وَعَقْلُ اْلعَاقِلِ اخْتَلَفَا                مَنْ ذَا الَّذِي فِيْهِمَا قَدْ أَحْرَزَ الْشَّرَفَا

فَالْعِلْمُ قَالَ: أَنَا أَحْرَزْتُ غَايَتَهُ                 وَالْعَقْلُ قَالَ: أَنَا الرَّحْمَنُ بِي عُرِفَا

!فَأَفْصَحَ اْلعِلْمُ إِفْصَاحًا وَقَالَ لَهُ                بِأَيِّنَا اللهُ فِي قُرْآنِهِ اتَّصَفَا ؟

فَأَيْقَنَ اْلعَقْلُ أَنَّ اْلعِلْمَ سَيِّدُهُ                    فَقَبَّلَ اْلعَقْلُ رَأْسَ اْلعِلْمِ وَانْصَرَفَا

Ilmunya orang alim dan akalnya orang yang berakal berselisih

Siapakah di antara keduanya yang paling berhak mendapatkan kemuliaan?

Sang ilmu mengatakan: Sayalah yang berhak mendapatkan puncak kemuliaan

Sang akal menjawab: (Sayalah yang paling berhak) karena hanya denganku Allah bisa dikenal!

Maka ilmu menjawab dengan penuh kefasihan seraya mengatakan, dengan siapakah di antara kita yang Allah sifati dengannya dalam al-Qur`an? (Artinya, apakah Allah tersifati dengan al-‘Alim atau al-‘Aqil?)

Akalpun menyerah dan meyakini bahwa ilmu adalah tuannya, sehingga akal mencium ilmu dan berpisah.

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 56 hal. 60

Kembali Ke Bumi

Kembali ke Bumi

Allah Ta’ala berfirman:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain. (QS. Thoha: 55)

Seorang penyair berkata:

إِنَّ امْرَءًا يَصْفُوْ لَهُ عَيْـشُهُ لَغَافِلٌ عَمَّا تَجِـنُّ الْقُبُوْرُ

نَحْنُ بَنُوْ الأَرْضِ وَ سُكَّانُهَا مِنْهَا خُلِقْنَا وَإِلَيْـهَا نَصِيْرُ

Sungguh orang yang merasakan nikmatnya kehidupan

Dia tidak akan tahu apa yang ada di balik kuburan

Kami ini adalah putra bumi dan para penduduknya

Dari tanah kita diciptakan dan kepadanya dikembalikan

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 55, hal. 60

Nashoih Ramadhoniyyah

نَصَائِحُ رَمَضَانِيَّةٌ

Bulan Qiyam dan Shiyam

لاَ تَجْعَلْ رَمَضَانَ شَهْرَ فُكَاهَةٍ                   تُلْهِيْكَ فِيْهِ مِنَ الْحَدِيْثِ فُنُوْنُهُ

واعْلَمْ بأنَّكَ لاَ تَنَالُ ثَوَابَهُ                        حَتَّى تَكُوْنَ تَصُوْمُهُ وَتَقُوْمُهُ

Janganlah kau jadikan Ramadhan bulan gelak tawa

Hingga beragam obrolan dapat melalaikanmu darinya

Ketahuilah, kau tidak akan mendapatkan pahalanya

Hingga menghidupkannya dengan shalat dan puasa

[Jadzwah al-Iqtibas, jilid 1, hlm. 57]

Delapan Kata Untuk Imam Asy-Syafi'i

Delapan Kata Untuk Imam Asy-Syafi’i

Imam asy-Syafi’i –rahimahullah- pernah ditanya tentang arti delapan kata berikut: wajib, lebih wajib, menakjubkan, lebih menakjubkan, sulit, lebih sulit, dekat dan lebih dekat.

Lalu beliau menjawabnya dalam beberapa bait syair berikut:

مِنْ وَاجِبِ النَّاسِ أَنْ يَتُوْبُـوْا                  لَكِنَّ تَـرْكَ الذُّنُـوْبِ أَوْجَـبُ

وَ الدَّهْرُ فِي صَرْفِهِ عَجِيْـبٌ                    وَ غَفْلَـةُ النَّاسِ عَنْـهُ أَعْجَـبُ

وَالصَّبْرُ فِي النَّائِبَاتِ صَعْبٌ                   لَكِنَّ فَوَاتَ الثَّـوَابِ أَصْـعَبُ

وَكُلُّ مَا تَرْتَجِــيْ قَرِيْـبٌ                       وَالْمَوْتُ مِنْ دُوْنِ ذَلِكَ أَقْـرَب

Fitnah Wanita

Fitnah Wanita

Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ

Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) wanita .

Sungguh, fitnah wanita termasuk cobaan terbesar dan paling mengerikan bagi kaum Adam. Karena wanita, dua orang laki-laki berkelahi. Lantaran wanita, dua kubu saling bermusuhan dan saling serang. Oleh sebab wanita, darah begitu murah dan mudah diguyurkan. Karena wanita, seorang dapat terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Bahkan, karena wanita, si cerdas yang baik dapat berubah menjadi dungu dan liar. Jarir bin ‘Athiyyah al-Khathafi bersenandung: