Category Archives: Cover

Majalah al-Islamiyyah adz-Dzakhiirah Edisi 98

majalah al islamiyyah edisi 98

Majalah adz Dzakhiirah AL ISLAMIYYAH Edisi 97

COVER UTAMA (1)

Segala puji hanya milik Allah , shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad j beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk-Nya sampai hari kiamat, amma ba’du.

Para pembaca yang mudah-mudahan selalu dalam lindungan Allah, beberapa hari atau beberapa minggu yang lalu kita semua telah melepas kepergian bulan suci Ramadhan, semoga Allah  menerima seluruh amal ibadah yang kita lakukan di bulan tersebut. Amin.

Dengan berputarnya waktu yang begitu cepat, tidak lama lagi sebagian dari saudara- saudara kita dari kaum muslimin akan menyempurnakan rukun Islam yang kelima, mereka akan menyambut panggilan Allah untuk melaksanakan ibadah haji. Allah  berfirman :

“Dan hanya untuk Allah, ibadah haji itu diwajibkan atas manusia bagi orang-orang yang mampu untuk melakukannya, barangsiapa yang mengingkari maka sungguh Allah Maha Cukup dari seluruh makhluk-Nya”. (QS. Ali Imran: 97)

Setiap muslim/muslimah pasti bercitacita menjadi haji yang mabrur, karena balasannya adalah surga yang penuh kenikmatan. Pada edisi ke-97 kali ini, kami berusaha menyajikan ke hadapan pembaca sekalian mengenai penjelasan ulama terdahulu tentang makna dari kalimat atau istilah mabrur itu sendiri, dengan harapan siapa saja yang mengidam-idamkan haji yang mabrur hendaknya kembali kepada penjelasan tersebut.

Kemudian kami juga menghadirkan pembahasan dari sebuah peristiwa (ujian) yang belum lama ini menimpa saudara-saudara
kita di Tolikara, Papua, dari penganiayaan dan pembakaran masjid serta beberapa kios oleh musuh-musuh Islam. Dan juga ada
pembahasan-pembahasan lainnya yang bisa menambah perbekalan ilmu kita .

Masukan, kritik dan saran tetap kami harapkan dari para pembaca sekalian, sehingga majalah kita ini menjadi lebih berkualitas untuk kedepannya. Atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan jazakumullahu khairan.

SOROTAN
• Islam Nusantara: Akrab Dengan Budaya Lokal dan Anti Arabisasi

FIKIH
• Hukum-hukum Seputar Hajar Aswad

MANHAJ

• Penjelasan Kaum Salaf Tentang Haji Mabrur

TAUHID

•Aneka Ragam Faedah dari Tauhid Ibadah (Serial Tauhid Kelima)

NASEHAT

•Pesan dan Nasehat Untuk Para Calon Jamaah Haji

IBADAH

•Mengobati Penyakit Was-Was

REALITA

•Belajar dari Kasus Tolikora

FAWAID

•Dahsyatnya Neraka

AKHLAK

•Ketika Saudaramu Sakit

RENUNGAN

•Di Antara Dua Pilihan

SHIROH

•Innaka Laa Tahdi Man Ahbabta

TAZKIYATUN NUFUS

•Sifat-sifat Ibadurrahman

HADIST

•Siapakah yang Akan Menemani Kita?

Dapatkan Majalahnya…
Hubungi: WA : 0817 520 3992.
Pin BB: 79B54FBF
Berminat Menjadi Agen Majalah adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah ?
Dapatkan diskon hingga 35% dan juga keuntungan lainnya.
Segera Hubungi 0817 520 3992 (Choirul Makrom)
[Senin-sabtu]

Majalah adz Dzakhiirah AL ISLAMIYYAH Edisi 96 (Ramadhan)

Cover edisi 96

Segala puji hanya milik Allah ta’ala , shalawat dan salam kepada junjungan Nabi kita, Muhammad shallallhu ‘alaihi wasallam , amma ba’du.

Tidak terasa kita telah dipertemukan kembali oleh Allah ta’ala dengan bulan suci Ramadhan, sebuah bulan yang memiliki banyak keutamaan apabila dibanding bulan-bulan yang lain, di antara keutamaan tersebut adalah Allah ta’ala memberikan pahala yang istimewa yang tidak diberikan kepada amal ibadah yang lain.

Dalam hadist qudsi Rasulullah shallallahu’alaihi wasalla bersabada:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Taala berfirman (yang artinya), Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. (HR. Muslim)

Pada edisi ke-96 ini kami menyajikan ke hadapan para pembaca sekalian tentang amalan-amalan atau ibadah-ibadah apa saja yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan sehingga kita bisa meraup pahala sebanyak-banyaknya di bulan penuh berkah.

Kemudian kami juga menghadirkan pembahasan-pembahasan yang tidak kalah pentingnya untuk disimak di antaranya: Pernak- pernik seputar mudik, jangan engkau kafirkan saudaramu, renungan untuk yang hidup di dunia, serta pembahasan pembahasan yang tentunya sangat sayang untuk dilewatkan. Harapan kami semoga ilmu yang kita dapatkan dari majalah ini menjadi ilmu yang bermanfaat dan semoga Allah memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua untuk bisa memperbanyak dan memperbaiki kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan.

TAFSIR: Surat Cintaku Kepada yang Membenciku
Oleh: al-Ustadz Muh. Chusnul Yakin, M.Pd.I

HADIST: Pahala Istimewa untuk Orang yang Berpuasa
Oleh: al-Ustadz Budi Santoso, Lc.

TAUHID: Aneka Ragam Faedah dari Dalil Tauhid Ibadah (Seri keempat)
Oleh: al-Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc

IBADAH: Seputar Puasa Ramadhan
Oleh: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu (Diterjemahkan oleh: al-Ustadz Abdurrahman Thayib, Lc.)

WAQI’UNA: Bukan Wahhabi Tapi Pengikut Nabi
Oleh: al-Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. MHI.

TAZKIYATUN NUFUS: Bulan Ramadhan Anugrah Terbesar
Oleh: al-Ustadz Nur Cholis. S.Pd.I.

FAWAID: Pernak-pernik Mudik
Oleh : al-Ustadz Askar Wardhana, Lc.

MANHAJ: Jangan Engkau Kafirkan Saudaramu
oleh: al-Ustadz Hermawan, Lc.

SIROH: Peran Istri Sholihah bagi Juru Dakwah
oleh: al-Ustadz Abu Hasan Arif

AMALAN: Ahlan ya Ramadhan
oleh: al-Ustadz Nur Cholis. S.Pd.I.

NASIHAT: Renungan untuk yang  Hiduo di Dunia
oleh: al-Ustadz Abdul Basith, Lc

IBADAH: Saudaraku, Tunaikanlah Hak Hartamu
oleh: al-Ustadz Abdul Rahman Hadi, Lc

 

Dapatkan Majalahnya…Hubungi: WA : 0817 520 3992. Pin BB: 79B54FBF

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 89

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 87 Tahun 1435 / 2013

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 89 Tahun 1435 H / 2014 M

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam kepada junjungan Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, amma ba’du.

Menjadi pemimpin, merupakan sebuah amanat yang besar. Saking beratnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memperingatkan umatnya agar tidak meminta jabatan atau gila jabatan. Karena sebuah jabatan bukanlah suatu hal yang patut untuk dikejar ataupun diminta, dan ketika kita mengerjar dan meminta jabatan tersebut, maka saat itu jabatan tersebut akan dibebankan kepada kita, dan Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan membantu kita, dan sebaliknya seseorang diberi jabatan tersebut tanpa memintanya, maka akan dibantu dalam melaksanakan dan mengembannya.

Sungguh berat konsekuensi yang akan dihadapi ketika mengejar sebuah tampuk jabatan, yaitu akan menanggungnya dan tidak akan mendapat pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Padahal kita hanyalah seorang manusia yang lemah, di mana Allah-lah satu-satunya tempat kita meminta pertolongan dan hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menolong kita.

Maka ketika kita berambisi untuk memperoleh sebuah jabatan, sudah menjadi konsekuensi logis yang harus kita pikirkan dan kita camkan, yaitu apakah kita siap untuk mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala? Padahal kita mengetahui bahwa orang yang meminta jabatan dan berambisi untuk memperolehnya tidak akan ditolong oleh Allah.

Semoga edisi kali dapat mengingatkan kita semua akan beratnya amanah kepemimpinan, sehingga tidak berambisi untuk mendapatkannya. Selain itu masih banyak pembahasan menarik lainnya yang akan kami ketengahkan dalam edisi ini. Semoga bermanfaat.

Pena Redaksi

SUARA PEMBACA: Apakah Nama Saya Perlu Diganti?

AKHLAK: Beratnya Kepemimpinan
Oleh: al-Ustadz Askar Wardhana WS., Lc.

NASIHAT: Teguh di atas Agama
Oleh: al-Ustadz Abu Abbas Fahmy, Lc.

TAFSIR: Hidup Sengsara Karena Riba
Oleh: al-Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc.

MANHAJ: Mengapa Bid’ah Dilarang
Oleh: al-Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc., MHI.

REALITA: Bangga dengan Jilbab, Potret Muslimah Barat
Oleh: al-Ustadz Abdul Rohman Hadi, Lc.

KOREKSI: Mengkaji Lebih Dalam Kitab Barzanji
Oleh: al-Ustadz Saparudin, Lc.

FATAWA:
1. Kewajiban-kewajiban Seorang Muslim terhadap Non Muslim
2. Bagaimana Memakan Daging Ketika di Luar Negeri?
3. Memutus Shalat Ketika Ada Bahaya, Bolehkah?
4. Wanita Menghilangkan Rambut di Tangan dan Kaki untuk Keindahan, Bolehkah?

MUTIARA SALAF: Nasihatku Kepadamu Wahai Anakku

FAWAID: Ranah Faedah dari Para Ulama
Oleh: al-Ustadz Abdul Rohman Hadi, Lc.

TAZKIYATUN NUFUS: Selamatnya Hati dan Lisan
Oleh: al-Ustadz Nur Cholis, S.Pd.I.

Dapatkan segera majalahnya……via SMS ke 0817 520 3992

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 88

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 87 Tahun 1435 / 2013

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 88 Tahun 1435 H / 2014 M

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga, sahabatnya serta orang-orang yang menempuh jalan dengan petunjuknya.

Cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menjadi kewajiban kaum muslimin. Di antara konsekuensi dari kecintaan tersebut adalah mencintai apa saja yang dicintai Allah ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta membenci apa yang dibenci Allah ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sikap inilah yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sebagai tauladan bagi orang-orang yang mengikutinya. Allah ‘azza wa jalla berfirman:

Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (QS. al-Mumtahanah [60]: 4)

Allah ‘azza wa jalla telah menjelaskan bahwa hakikat walaa’ (loyalitas) hanyalah mutlak milik-Nya, Rasul-Nya dan kaum Mukminin, bukan kepada mereka orang-orang kuffar. Sehingga tidaklah dibenarkan sama sekali bagi siapa saja dari kaum Muslimin untuk berkasih sayang dengan orang-orang di luar Islam, sekalipun masih tergolong kaum kerabat atau sanak familinya.

Untuk itulah pada edisi kali ini akan kami ketengahkan tema “Loyalitas dalam Perspektif Islam”. Dan tidak lupa kami hadirkan pula tema-tema menarik lainnya. Semoga bermanfaat.

Pena Redaksi

SUARA PEMBACA: Hukum Mengeraskan Bacaan Dzikir untuk Pembelajaran

AKIDAH: Akidah Walaa’ dan Baraa’ dalam Perspektif Islam
Oleh: al-Ustadz Hermawan, Lc.

FADHAIL: Wudhu dan Dzikir Sebelum Tidur
Oleh: al-Ustadz Askar Wardhana WS., Lc.

MUTIARA SALAF: Penyebab Doa Mustajab

TAFSIR: Betapa Berat Mengemban Amanat
Oleh: al-Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc.

FATAWA:
1. Mengapa Ada Kemaksiatan dan Kekufuran
2. Memindah Anak-anak ke Shaf Belakang
3. Menjawab Salam yang Terdengar dari Radio
4. Wanita Memotong Rambutnya, Bolehkah?

ADAB: Penghormatan Islam kepada Mereka yang Berusia Senja
Oleh: al-Ustadz Fajar Basuki, Lc.

FAWAID: Aku Diberi Rezeki Mencintainya
Oleh: al-Ustadz Abu Hasan Arif

NASIHAT: Hati-hati dengan Kamus al-Munjid
Oleh: al-Ustadz Saparudin, Lc.

Dapatkan segera majalahnya……via SMS ke 0817 520 3992

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 87

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 87 Tahun 1435 / 2013

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 87 Tahun 1435 H / 2014 M

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam kepada junjungan Nabi kita, Muhammad, amma ba’du.

Nasihat, sebuah kata yang mudah diucapkan. Sering pula didengar oleh telinga. Namun, tidak banyak yang meyakini akan keagungannya. Nasihat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran agama Islam. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun telah menyebut nasihat sebagai agama, atau agama adalah nasihat. Sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Agama adalah nasihat”. Para sahabat bertanya: “Untuk siapa?” Beliau menjawab: “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para imam kaum muslimin dan umat muslim seluruhnya” (HR. Muslim: 55)

Atas dasar hadits tersebut, nasihat memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama Islam. Dan nasihat juga memiliki peranan yang sangat penting dalam memperbaiki umat. Nasihat sangatlah dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya di zaman ini, yang mana kebanyakan manusia sudah tidak mempedulikan lagi mana harta yang halal maupun yang haram. Kezaliman terjadi dimana-mana. Maka dari itu, salah satu cara untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah dengan cara memberi nasihat. Memberikan nasihat tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, sehingga orang yang dinasihati akan dengan mudah menerima nasihat tersebut. Maka memberi nasihat pun ada caranya sehingga diharapkan orang yang diberi nasihat akan mudah menerima nasihat. Terlebih lagi jika yang ingin dinasihati adalah seorang pemimpin, ulama atau orang yang memiliki kedudukan. Maka adab-adab memberi nasihat lebih harus dijaga, tetap disertai rasa hormat dan memuliakan mereka.

Imam at-Turtusi mengatakan: “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka memuliakan penguasa dan ulama, jika mereka memuliakan keduanya, Allah akan memperbaiki urusan dunia dan akhiratnya, dan jika meremehkan keduanya, maka Allah akan merusak dunia dan akhiratnya.”

Oleh karenanya, bagi kaum muslimin yang ingin menasihati saudaranya maka harus memperhatikan adab-adab dalam memberi nasihat, sebagaimana ia juga harus berusaha memperhatikan sebab-sebab diterimanya nasihat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dapat mengajarkan kebaikan dan memberi manfaat kepada orang lain, serta dapat beramar ma’ruf dan nahi munkar di mana pun berada.

Pena Redaksi

SUARA PEMBACA: Wajibkah Zakat, Emas untuk Pelunasan Sisa Biaya Haji?

BAHASAN UTAMA: Peran Nasihat dalam Memperbaiki Umat
Oleh: al-Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc.

AKIDAH: Sarana-Sarana Kesyirikan Menurut Imam asy-Syafi’i
Oleh: al-Ustadz Saparudin, Lc.

MUTIARA SALAF: Jangan Lupakan Dia Saat Engkau Bahagia

AKHLAK: Indahnya Berteman dalam Islam
Oleh: al-Ustadz Musta’in Syahri, Lc.

FATAWA:
1. Hukum Memberi Hadiah untuk Mengingat Hari Pernikahan
2. Merayakan Hari Valentine?
3. Berpahalakah Membaca Hadits?

FADHAILKeutamaan Sifat Malu
Oleh: al-Ustadz Askar Wardhana, Lc.

MUTIARA SALAF: Ketika Dosa Hendak Menyapa, Berdzikirlah Segera

TAFSIR: Bahaya Beramal untuk Dunia?
Oleh: al-Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc.

TAZKIYATUN NUFUS: Semua Tentang Cinta
Oleh: al-Ustadz Nur Cholis, S.Pd.I.

KENANGAN: Al-Ustadz Imam Wahyudi dalam Kenangan dan Doa
Oleh: al-Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc.

FAWAID: Jangan Remehkan Senyumanmu
Oleh: al-Ustadz Askar Wardhana, Lc.

KENANGAN: Selamat Jalan Sobatku, Imam Wahyudi, Lc.
Oleh: al-Ustadz Abdurrahman Thoyib, Lc.

Dapatkan segera majalahnya……via SMS ke 0817 520 3992

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 86

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 86 Tahun 1434 / 2013

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 86 Tahun 1435 H / 2014 M

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam kepada junjungan Nabi kita, Muhammad, amma ba’du.
Pembaca budiman rahimakumullah, ketika berbicara tentang anugerah atau karunia Allah bagi semesta alam, maka pembicaraan masalah ini tidak akan pernah berhenti. Bagaimana tidak, anugerah yang diberikan oleh Allah kepada seluruh alam, khususnya kaum muslimin tidak terhitung jumlahnya dan tidak mungkin manusia mampu menghitungnya. Itulah salah satu bentuk kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-Nya.
Dan di antara anugerah tersebut yang wajib untuk selalu disyukuri oleh kaum muslimin adalah diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka. Keadaan manusia pada masa jahiliyah benar-benar terpuruk dan dalam keadaan hina. Mereka menyembah berhala dan berbuat syirik kepada Allah, manusia kehilangan harga diri dan kehormatan, sehingga yang tersisa hanyalah berbangga-bangga terhadap suku dan golongan. Merekapun tidak gembira tatkala lahir bayi perempuan di tengah­tengah mereka, sehingga mereka pun membunuhnya karena dianggap suatu aib. Bahkan jika mereka khawatir akan kemiskinan, mereka pun membunuh anak-anak mereka. Na’udzu billah min dzalik.
Maka, sebagai wujud dari kasih sayang Allah kepada manusia, diutuslah Rasulullah agar dapat memperbaiki kehidupan masyarakat jahiliyah. Dan inilah yang menjadi sebab mengapa diutusnya Rasulullah j sebagai kenikmatan terbesar bagi kaum muslimin.
Untuk itulah, wajib bagi kaum muslimin untuk mensyukuri nikmat yang agung ini. Dan diantaranya adalah dengan mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mengerjakan segala perintah beliau, dan tidaklah beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Banyak dari kaum muslimin yang mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka senantiasa bershalawat atas Rasulullah. Namun, sudah benarkah cara mereka mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Sudah sesuaikah shalawat mereka dengan shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Untuk mengetahui jawabannya, marilah kita simak majalah pada edisi kali ini. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang dicintai oleh-Nya.
‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu dan perbuatan yang mengantarkanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah ‘cinta-Mu’ lebih aku cintai daripada diriku sendiri, keluargaku dan dari air yang dingin’.”

Pena Redaksi

SUARA PEMBACA: Tidak Mendapatkan Khutbah Jum’at Sahkah Shalatku? ?

IBADAH: Kecintaan Tanpa Perayaan
Oleh: al-Ustadz Askar Wardhana, Lc.

AKHLAK: Bukti Cinta kepada Rasulullah
Oleh: al-Ustadz Musta’in Syahri, Lc.

TAFSIR: Karunia Diutusnya Rasulullah
Oleh: al-Ustadz Andi Fahmy Halim, Lc.

FATWA:
1. Benarkah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hadir dalam majelis perayaan maulid?
2. Benarkah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih dahulu diciptakan daripada Nabi Adam ‘alaihissalam?
3. Semua makhluk diciptakan dari cahaya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, benarkah??

FAWAID: Mimpi Melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
Oleh: al-Ustadz Imam Wahyudi, Lc., M.Pd.I. rahimahullah

FADHAIL: Sudah Benarkah Shalawat Anda?
Oleh: al-Ustadz Mubarak Bamualim, Lc. MHI.

AKIDAH: Ahli Bait dalam Pandangan Ahlus Sunnah wal Jamaah
Oleh: al-Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. MHI.

MUTIARA SALAF
1. Masihkah Kita Berpaling dari Sunnah Nabi Kita?
2. Siapkah Engkau Ditanya?
Oleh: al-Ustadz Abdul Basith, Lc.

SEJARAH: 12 Rabi’ul Awwal
Oleh: al-Ustadz Abu Hasan Arif

MANHAJ: Masa Depan Pasti Milik Islam
Oleh: al-Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc.

Dapatkan segera majalahnya……via SMS ke 0817 520 3992

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 85

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 83 Tahun 1434 / 2013

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 85 Tahun 1435 H / 2013 M

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam kepada junjungan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, amma ba’du.
Pembaca budiman rahimakumullah,
Allah ta’ala telah menciptakan manusia dengan tujuan agung yaitu ibadah kepada-Nya. Dan untuk mewujudkan tujuannya, Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan kitab-Nya, mengutus para rasul-Nya, terutama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh keberadaan beliau di muka bumi benar-benar digunakan untuk menghambakan diri kepada Allah, menunaikan risalah-Nya, menyebarkan kebaikan dan menghilangkan kejelekan. Ucapannya adalah syariat, perbuatannya adalah panutan, ketetapannya merupakan tuntunan. Semua itu tampak dalam praktik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang telah para sahabat riwayatkan itu semua kepada ge­nerasi berikutnya dengan sempurna, utuh lagi terjaga sampai hari kiamat.
Oleh karena itu, apabila seorang hamba sudah mendapatkan nikmat terbesar berupa Islam, maka seyogyanya pengenalannya terhadap agamanya tidak hanya sebatas nama dan KTP atau sebatas pada apa yang didapat dari orang tua atau lingkungan sekitar, akan tetapi ada tugas yang lebih besar dari itu, yaitu usaha agar ibadahnya sesuai de­ngan yang diinginkan oleh Allah dan yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Untuk merealisasikan cita-cita yang agung ini, rasanya perlu kami menyuguhkan tema “Kewajiban setiap Muslim terhadap Agamanya”, mudah-mudahan memberikan pencerahan kepada kita semua.
Dan tidak lupa kami ketengahkan pula tema-tema menarik lainnya, mudah-mudahan menjadi perbendaharaan ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat, amiin.

Pena Redaksi

SUARA PEMBACA: Mentalak lewat SMS ?

AKHLAK: Keutamaan Sifat Lemah Lembut
Oleh: al-Ustadz Askar Wardhana, Lc.

KAMUS ISLAMI:
Pengertian :
1. Tahrif
2. Ta’thil
3. Takyif
4. Tamtsil
5. Tasybih
Oleh: al-Ustadz Abdul Basith, Lc.

TAZKIYATUN NUFUS: Penghancur Segala Kelezatan
Oleh: al-Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. MHI.

IBADAH: Kewajiban Setiap Muslim Terhadap Agamanya
Oleh: al-Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc.

TAFSIR: Menyelami Hukum Sihir Menurut Al-Qur’an
Oleh: al-Ustadz Andi Fahmy, Lc.

FATWA:
1. Membaca Al-Qur’an di Masjid dengan suara nyaring?
2. Sahkah Shalat di Belakang Shaf Perempuan?
3. Jin Mengetahui Perkara Ghaib?
4. Keluar Mani Lagi Setelah Mandi Jinabat, Haruskah Mandi Lagi?
5. Tidur Saat Khutbah Jum’at, Apakah Harus Wudhu Lagi?
6. Membantu Fakir Miskin dengan Uang Riba

AKIDAH: Hukum Tathayyur dalam Kaca Mata Syari’at
Oleh: al-Ustadz Hermawan, Lc.

FADHAIL: Keutamaan Membaca Surat al-Kahfi Pada Hari Jum’at
Oleh: Sofyan Hadi as-Sasaky, S.Pd.I.

SYAIR: Sakaratul Maut, Sesuatu yang Pasti
Oleh: al-Ustadz Hermawan, Lc.

MUTIARA SALAF
1. Pejamkanlah Matamu Sejenak
2. Mensyukuri Nikmat Anggota Badan
3. Hakikat Kesehatan
Oleh: al-Ustadz Abdul Basith, Lc.

ADAB: Bekal Berharga untuk Musafir
Oleh: al-Ustadz Musta’in Syahri, Lc.

Dapatkan segera majalahnya……via SMS ke 0817 520 3992

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 84

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 83 Tahun 1434 / 2013

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 84 Tahun 1435 / 2013

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah subhanahuwata’ala, shalawat dan salam
kepada junjungan Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, amma ba’du.Pembaca budiman, –rahimakumullah– gemuruh kudeta di Timur Tengah masih terasa panas, percaturan politik di negeri inipun kian memuncak dengan semakin dekatnya pemilu. Semua yang terjun mengklaim bahwa diri dan partainya lah yang paling berhak memegang tampuk epemimpinan dan paling berhak diberi dukungan oleh rakyat.Ketika melihat realita semacam ini, janganlah tertipu dengan slogan dan propaganda yang ada, walaupun sebagian mereka mengatasnamakan agama dan dakwah, karena dakwah melalui parlemen dan politik praktis sendiri sama sekali tidak memajukan dakwah, bahkan menjadikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipegang erat (terutama yang berkaitan dengan akidah dan manhaj) dapat menjadi pudar, baik
karena alasan mengeruk massa maupun mencari simpatisan, sehingga lebih menuruti keinginan massa tanpa memandang apakah itu syirik, bid’ah, maksiat, ataupun berbagai alasan yang lain.Ini bukanlah hal baru, tapi sudah lama dicoba dan dibuktikan saudara-saudara kita di negeri ini atau di negara lain, mereka ingin mengubah tapi diri mereka sendiri lah yang justru berubah, dan mereka ingin memberikan pengaruh tapi justru mereka yang terpengaruh.tidak ada akidah (tauhid) yang mereka dakwahkan, tidak ada sunnah yang dapat mereka tegakkan, tidak ada syirik yang mereka peringatkan
umat darinya dan tidak pula bid’ah yang mereka ingkari, naasnya tak ada satu jengkalpun tanah di bumi yang mereka dapatkan. Inilah yang hendaknya kita perhatikan demi menjaga akidah, prinsip serta agama secara utuh, yang mana itu lebih mahal daripada dunia dan seisinya.Marilah kita berdakwah dengan benar, mengajak manusia kepada agama Allah, perhatikan bagaimana dakwah para Rasul dan lihat pula bagaimana kekuatan Islam terbangun saat Sulhul Hudaibiyyah.
Pembaca budiman yang dimuliakan Allah , pada edisi kali ini kami ketengahkan ke ruang baca Anda, materi aktual dengan judul “Aku Taubat dari Berpolitik, Pelajaran dari Tragedi Mesir” dan simak pula tema-tema lain yang tak kalah menarik. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.
Pena Redaksi

Tanya Jawab: Kapan mengaqiqahi anak ?

Tanya Jawab: Bagaiamana hukum berobat ke dokter non Muslim? ?

AKIDAH: Mengobati Umat dengan Kalimat Laa Ilaaha Illalllah
Oleh: Abdurrahman Hadi, Lc

AKIDAH: Kilas Tradisi Bulan Suro dalam Tinjauan Akidah
oleh: Hermawan, Lc.

FADHAIL:Bulan-Bulan yang Dimuliakan
Oleh: Andi Fahmi, Lc.

KAMUS ISLAMI:
Pengertian :
1. Tabarruk
2. Isti’adzah
3. Isti’anah
4. Istighatsah
Oleh: Abdul Basith, Lc.

MANHAJ:Aku Taubat dari Berpolitik
oleh: Abdurrahman Hadi, Lc.

FATWA:
1. Apa yang hendaknya dilakukan ketika masuk masjid saat adzan dikumandangkan?
2. Bagaiamana hukumnya jika jenazah tidak segera dikubur karena menunggu keluarga yang jauh?
3. Apa hukumnya berjabat tangan setelah shalat?
4. Benarkah kepala Husain dikubur di Mesir?

NASIHAT: Berburu derajat di surga
oleh: Askar Wardhana, Lc.

SUARA PEMBACA: Siapakah sebenarnya Ibnu Sina?
oleh: Hermawan, Lc

ADAB: Agar Ziarah kubur membawa berkah
oleh: Musta’in, Lc.

SEJARAH: Mencintai Muawiyah bin Abi Sufyan
oleh: Abu Hasan Arif

Segera dapatkan majalah ini via SMS ke 0817 520 3992

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 83

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 83 Tahun 1434 / 2013

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 83 Tahun 1434 / 2013

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Segala puji bagi Allah yang telah berfirman: “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur`an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (QS. at-Taubah: 33)
Dan segala puji bagi Rasulullah yang Allah puji dengan Firman-Nya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab: 21)
Pembaca budiman –rahimakumullah–, pada ayat yang pertama, Allah menjanjikan kepada Rasulullah dan kaum muslimin akan kemena­ngan Islam. Pada ayat yang kedua di atas Allah memerintahkan kita untuk mencontoh beliau saw dalam segala hal. Termasuk dalam mewujudkan kemenangan agama Islam. Sesuatu yang menjadikan generasi Rasulullah itu baik maka itu pula yang menjadikan umat belakangan akan baik.
Kalau kita cermati bahwa jalan beliau adalah dengan beberapa cara, di antaranya adalah, pertama: memperbaiki akidah dan pemurnian tauhid manusia. Rasulullah selama 13 tahun di Mekkah menyibukkan diri dengan dakwah kepada tauhid dan tidak kepada yang lainnya, walaupun para sahabatnya ada yang disiksa atau bahkan dibunuh. Saat itu Rasulullah tidak memiliki daya kecuali hanya mengatakan kepada keluarga Yasir: “Sabarlah wahai keluarga Yasir sesungguhnya balasan bagi kalian adalah surga.”
Dan beliau tidak memerintahkan balas dendam dan tidak pula berperang karena kondisi umat Islam masih lemah.
Kedua: Dengan menciptakan kondisi aman dan memanfaatkan untuk lebih giat dalam mendakwahkan Islam dengan potret aslinya, sebagaimana yang Allah firmankan dan Rasulullah praktikkan serta ajarkan kepada para sahabat. Karena kekuatan Islam ada pesonanya yang indah dan hujjah serta dalil yang kuat. Itu semua akan menyebabkan manusia tertarik dan berbondong-bondong masuk Islam, sebagaimana terjadi pada saat Perjanjian Hudaibiyyah yang bisa disimak pada rubrik manhaj.
Para pembaca budiman, pada edisi kali ini, disamping materi manhaj yang menarik, kita juga mengangkat materi-materi lain yang penting seperti akidah, ibadah terkait bulan Dzulhijjah, dll. yang mudah-mudahan menjadi tambahan ilmu dan amal shalih.

Pena Redaksi

Tanya Jawab: Memperlakukan Lebih dari Sekedar Mahram?

 

FADHAIL:Menyambut 10 Hari Pertama Bulan Dzulhiijjah
Oleh: Askar Wardhana, Lc

Tafsir : Tafsir Surat al Baqarah 196-197 Oleh: Andi Fahmi, Lc.

NASIHAT:Dua Jenis Wanita
Oleh: Abdurrahman Hadi, Lc.

IBADAH: Berkurban Sesuai Tuntunan Oleh: Abdurrahman Hadi, Lc.

Adab: Adab Masuk Mekkah dan Madinah
oleh: Musta’in, Lc.

Kamus Islami:
Pengertian :
1. Haji
2. Haji Tamattu’
3. Haji Qiran
4. Haji Ifrad
5. Talbiyah
6. Miqat

Oleh: Abdul Basith, Lc.

FATAWA:
1. Wajibkah haji bagi orang yang punya tanggungan hutang?
2. Apa hukumnya orang yang melakukan umrah namun dia melampaui miqat dan tidak memulai ihram dari miqat tersebut?
3. Bagaimana apabila ketika seseorang melakukan thawaf lalu dikumandangkan iqamat shalat, apakah dia mengulangi thawaf dari awal?
4. Apakah wanita yang melakukan ihram diperbolehkan memakai sarung tangan dan kaos kaki?
5. Orang yang sedang melaksanakan haji lalu melakukan kemaksiatan, apakah pahala hajinya berkurang?

(Fatawa al-‘Aqidah wa Arkanil Islam, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin) Diterjemahkan oleh: Abdul Basith, Lc.

FIKIH: Fikih Praktis Shalat Ghaib
oleh: Nur Cholis, S.Pd.I

BAHASAN UTAMA: Perdamaian Jalan Menggapai Kemenangan
oleh: Abdurrahaman Hadi, Lc.

AKIDAH: Pelajaran Akidah dari Ibadah Haji
oleh: Hermawan, Lc.

FAWAID: Aku Tidak Peduli Selama Aku Terbunuh dalam Keadaan Muslim

oleh: Abu Hasan Arif
Segera dapatkan majalah ini via SMS ke 0817 520 3992