Monthly Archives: Juli 2011

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Edisi 71

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 71 Tahun 1432 / 2011

Cover Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah Edisi 71 Tahun 1432 / 2011

Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, volume 9, nomor 05, Edisi 71, tahun 1432 / 2011.
Daftar Agen Majalah adz-Dzakhiirah, segera dapatkan di toko dan agen terdekat di kota Anda!

Daftar Isi:

Pena Redaksi
Tanya-Jawab

Demonstrasi Menurut Pandangan Ulama
Oleh: Abu Nafiisah Abdurrahman Toyib, Lc.

Salafi dan Politik Paska Revolusi Mesir

Anugerah yang Dianggap Musibah

Fadlan Fahamsyah, Lc.
Dosen di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

“Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Alloh yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Alloh yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.”

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh

Dunia adalah negeri ujian, tidak ada seorang manusiapun melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya dan ia juga akan diuji dengan musibah dan kesempitan untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar menghadapi ujian tersebut.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

١٦٨. … وَمِنْهُمْ دُونَ ذَلِكَ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. al-A’rof: 168)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang beriman. Jika ia dianugrahi nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya , jika ia tertimpa musibah ia bersabar maka itu baik baginya.” (HR. Muslim: 2999)

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh berkata, “Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Alloh yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Alloh yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.” (Syifaa`ul ‘Aliil: 525)

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

٢١٦. … وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqoroh: 216)

Maka dari itu, hendaklah seorang hamba yang ditimpa penyakit, tidak merasa cemas, takut, dan selalu dirundung duka, akan tetapi hendaklah ia bersabar dan menjadikan rasa sakitnya sebagai wahana beribadah. Ketahuilah, rasa sakit itu datang sebagai kasih sayang Alloh yang dikirim untuk menghapuskan dosa dan mengangkat derajat seorang hamba.

Dan sesungguhnya di balik sakit itu terdapat hikmah dan pelajaran bagi siapa saja yang mau memikirkannya, di antaranya adalah:

1. Menghapuskan dosa dan menyucikan jiwa.

Alloh Ta’ala berfirman:

٣٠. وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan kesalahanmu).” (QS. asy-Syuro: 30)

Mari Sholat Istikhoroh

Oleh: Abu Musa Al-Atsari

Begitu banyak aktivitas seorang muslim dalam kesehariannya. Begitu banyak pula masalah yang dihadapinya, dari yang terkecil kecil hingga menurutnya paling besar. Terkadang ia harus memilih antara dua pilihan atau bahkan lebih. Terkadang pula ia mesti mengambil keputusan tegas antara melanjutkan suatu rencana atau mengurungkannya.

Sikap tepat dalam mengambil keputusan amat sangat kita harapkan sekali, dalam setiap permasalahan atau minimal mayoritasnya. Hanya saja, ketepatan dalam bersikap terkadang luput dari kita. Namun, ketahuilah, ketepatan tersebut sangat bisa kita dapatkan. Dengan mempertimbangkan matang-matang antara beberapa pilihan sesuai kacamata syar’i, meminta nasihat ahlul ilmi, dan dibantu dengan istikhoroh kepada Alloh, semoga diberikan ketepatan, keberkahan, dan kemudahan dalam memutuskan antara beberapa pilihan yang ada.

Seandainya keputusan tersebut adalah baik, semoga Alloh memberikan kemudahan untuk melakukannya. Sebaliknya, bila tidak baik, semoga Alloh menjauhkannya dari kita.

Dan pada edisi kali ini, kami akan menyuguhkan Mutiara Sunnah Nabi n yang berkaitan dengan sholat dan doa istikhoroh. Semoga kita diberikan takdir baik dan dimudahkan untuk mendapatkannya.

Apa itu Istikhoroh

Dari sisi bahasa kata istikhoroh berarti meminta pilihan terbaik. Istikhoroh kepada Alloh artinya meminta pilihan terbaik kepada-Nya. (Lisanul ‘Arob, 4/259)