Monthly Archives: Maret 2011

Buah Istikhoroh

Imam adz-Dzahabi rohimahulloh menceritakan bahwasanya pernah ada suatu perjalanan yang mengumpulkan empat orang ulama yang sama-sama bernama Muhammad: Muhammad bin Jarir ath-Thobari, Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah, Muhammad bin Nashr al-Marwazi, Muhammad bin Harun ar-Ruyani rahimahumulloh jami’an. Bekal perjalanan mereka sama-sama habis sehingga mereka sama-sama lapar. Lalu mereka berkumpul di dalam satu rumah dan mengundi, barangsiapa yang keluar namanya, maka ia mendapat tugas untuk meminta sedekah kepada orang-orang.

Ternyata undian jatuh kepada Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah. Ia berkata, “Tunggu sejenak, biarkan aku sholat istikhoroh terlebih dahulu.”

Setelah itu ia bertolak menuju ke pintu untuk keluar. Namun tiba-tiba ia melihat beberapa buah lilin ada di depan pintu yang dibawa oleh beberapa tentara utusan. Mereka mengetuk pintu, dan Muhammad bin Ishaq membukakan pintu untuk mereka.

Mereka (para tentara utusan) berkata, “Siapa dari kalian yang bernama Muhammad bin Nashr?.” Lalu mereka mengeluarkan pundi uang sejumlah 50 dinar dan memberikan kepadanya.

Mereka bertanya lagi, “Mana yang namanya Muhammad bin Jarir?” Lalu mereka memberinya 50 dinar. Demikian seterusnya hingga keempat Muhammad mendapatkan 50 dinar.

Kemudian utusan itu menjelaskan bahwa Amir (Pemimpin) mereka telah bermimpi dan melihat keempat Muhammad kelaparan, maka itu ia mengirimkan pundi-pundi uang itu kepada mereka. Dan dia bersumpah, apabila uang-uang tersebut habis, hendaklah mereka mengabarkan kepada Amir tersebut.

(Siyar A’lamun Nubala`, adz-Dzahabi, 14/270 & 508. Dinukil dari kitab Jami’ Mukhtashor al-‘Ulum, Dr. Fakhruddin bin az-Zubair al-Muhsi, hal. 24)


Dari: Majalah Islami, adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah, edisi 67, tahun 1432 H / 2011, halaman 71.


Segera terbit: Majalah Islami Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, edisi 68!

Keutamaan Mekkah

(Disarikan dari makalah Najlah Sholih yang berjudul Fadlu Mekkah al-Mukarromah dan makalah lainnya, oleh Abu Hasan Arif.)

Di antara tempat/negeri yang memiliki keutamaan dan keagungan adalah Ummul Quro, “Mekkah al-Mukarromah”, di tempat ini terdapat Ka’bah, rumah yang dibangun untuk ibadah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Ka’bah adalah kiblat kaum muslimin baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Sesungguhnya negeri Mekkah adalah tempat turunnya wahyu Alloh, dan risalah (agama Islam), tidak ada seorangpun dari kalangan muslimin yang mengingkari keutamaan negeri Mekkah. Mekkah adalah tempat yang paling dicintai Alloh.

Dari Abdulloh bin Adi bin Hamro rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata:

رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاقِفًا عَلَى الْحَزْوَرَةِ، فَقَالَ: وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ، وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ، وَلَوْلاَ أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ.

“Saya melihat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berdiri di Hazwaroh (salah satu daerah di Mekkah), lalu beliau bersabda, “Demi Alloh, sesungguhnya engkau sebaik-baik bumi Alloh, dan negeri Alloh yang paling dicintai Alloh, kalau bukan lantaran aku dikeluarkan darimu [1], niscaya aku tidak keluar.” (HR. Tirmidzi dan ia menshohihkannya, Nasa’i dalam Sunan al-Kubro, Ibnu Majah, al-Hakim dalam al-Mustadrok dan ia menshohihkannya.)

DI ANTARA KEUTAMAAN KOTA MEKKAH

Alloh Ta’ala memuliakan penduduk kota Mekkah dengan adanya Baitulloh al-Harom rumah peribadatan pertama kali di muka bumi.
Alloh Ta’ala berfirman:

٩٦. إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitulloh yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imron: 96)