Kefanaan Kian Mendekat

Kefanaan Kian Mendekat

أَيـَّا إِخْوَتِـيْ آجَـالُـنَا تَتَـقَـرَّبُ                وَنَحْنُ مَعَ اْلأَهْلِيْنَ نَلْهُـوْ وَنَلْعَـبُ

أُعَدِّدُ أَيـَّامِيْ، وَأُحْصِـيْ حِسَابَـهَا           وَمَـا غَفْلَتِيْ عَمَّا أَعُدُّ وَأَحْسِـبُ

غَدًا أَنَا مِنْ ذَا اْليَوْمِ أَدْنَى إِلَى اْلفَنـَا        وَبَعْدَ غَدٍ أَدْنَـى إِلَيْـهِ وَأَقْـرَبُ

Wahai saudaraku, ajal kita kian mendekat
Sedangkan kita bermain dan senda gurau bersama keluarga

Aku menghitung hari-hariku dan menjumlahnya dengan tepat
Dan tidaklah aku lalai dari apa yang kuhitung

Besok hari lebih dekat pada kefanaan dari hari ini
Dan besok lusa lebih dekat lagi dan lebih mendekat

[diterjemahkan dari Diwan Abul ‘Atahiyah hlm. 38, Cet. Dar Bairut]

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 58 hal. 60

Tinggalkan Balasan