Monthly Archives: Februari 2010

Edisi 59

cover 59

Kefanaan Kian Mendekat

Kefanaan Kian Mendekat

أَيـَّا إِخْوَتِـيْ آجَـالُـنَا تَتَـقَـرَّبُ                وَنَحْنُ مَعَ اْلأَهْلِيْنَ نَلْهُـوْ وَنَلْعَـبُ

أُعَدِّدُ أَيـَّامِيْ، وَأُحْصِـيْ حِسَابَـهَا           وَمَـا غَفْلَتِيْ عَمَّا أَعُدُّ وَأَحْسِـبُ

غَدًا أَنَا مِنْ ذَا اْليَوْمِ أَدْنَى إِلَى اْلفَنـَا        وَبَعْدَ غَدٍ أَدْنَـى إِلَيْـهِ وَأَقْـرَبُ

Wahai saudaraku, ajal kita kian mendekat
Sedangkan kita bermain dan senda gurau bersama keluarga

Aku menghitung hari-hariku dan menjumlahnya dengan tepat
Dan tidaklah aku lalai dari apa yang kuhitung

Besok hari lebih dekat pada kefanaan dari hari ini
Dan besok lusa lebih dekat lagi dan lebih mendekat

[diterjemahkan dari Diwan Abul ‘Atahiyah hlm. 38, Cet. Dar Bairut]

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 58 hal. 60

Iman Kuat Ujian Berat

IMAN KUAT UJIAN BERAT

Apa benar, iman seseorang lebih kuat, lebih besar ujiannya. [+623417575XXX]

Segala puji bagi Allah. Sholawat dan salam kepada Rasulullah, wa ba’du.

Kita semua pasti pernah mendapatkan suatu ujian, baik dengan kenikmatan maupun musibah. Dan dalam menurunkan ujian itu, Allah ta’ala membedakan tingkatannya sesuai kadar keimanan yang ada pada setiap orang, semakin kuat imannya maka semakin besar ujiannya.

Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صُلْباً اِشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِيْنِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِيْ عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang yang semisal mereka lalu orang yang seperti mereka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila agamanya kuat maka ujian baginya semakin berat. Namun bila agamanya lemah maka ia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya tersebut. Dan ujian itu akan senantiasa menimpa seorang hamba hingga membiarkannya berjalan di muka bumi tanpa memiliki dosa sedikitpun. (at-Tirmidzi (2/64), Ibnu majah (4023), ad-Darimi (2/320), ath-Thohawi (3/61), dll. at-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih)

Jangan Katakan ini Kepada Siapapun !

Jangan Katakan ini Kepada Siapapun !

Imam Yusuf bin Muhammad as-Surmurri al-Hambali -rahimahullah- (w. 776 H) berkata dalam kitab Amaali beliau dalam masalah hafalan:

“Diantara keajaiban yang ada dalam masalah menghafal dari orang yang hidup di zaman kita adalah Syaikhul Islam Abul Abbas Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyyah. Sesungguhnya beliau pernah mendapatkan suatu kitab lalu membacanya sekali, maka terukirlah (isi kitab itu) dalam benaknya, dan ia dapat mengingatnya kembali dan mampu memindahkannya ke dalam kitab-kitab karyanya dengan lafal dan maknanya.

Di antara kejadian paling menakjubkan yang pernah aku dengar tentang dirinya adalah peristiwa yang disampaikan kepadaku oleh sebagian teman-temannya.

Ketika ia masih kecil, pada suatu hari ayah beliau ingin mengajak anak-anaknya pergi ke taman untuk bertamasya, ia berkata kepada anaknya ini: ” Ahmad, hendaknya engkau ikut pergi bersama saudara-saudaramu untuk beristirahat.”

Lalu beliau mengemukakan alasannya untuk tidak ikut serta.