Menyebarkan Hadiah Berharga di Hari Raya

Menyebarkan Hadiah Berharga di Hari Raya
Abu Ashim Muhtar Arifin Marzuqi, Lc

Membaca merupakan salah satu kunci untuk dapat memperoleh hidayah dan banyak kebaikan. Ayat yang diturunkan oleh Allah -subhanahu wa ta’ala- pertama kali juga perintah untuk membaca.

Ketika bercerita tentang sebuah kitab, ada yang berkata:

يُفِيْدُوْنَنَا مِنْ رَأْيِهِمْ عِلْمَ مَنْ مَضَى             وَ عَقْلاً وَتَأْدِيْبًا وَرَأْيًا مُسَدَّدَا

بِلاَ مُؤْنَةٍ تُخْشَى وَلاَ سُوْءِ عِشْرَةٍ               وَلاَ نَتَّقِيْ مِنْهُمْ لِسَانًا وَلاَ يَداَ

Dia memberi kita faedah berupa ilmu tentang generasi masa lalu
Tentang akal, tata krama dan pemikiran yang lurus

Tanpa ada beban yang ditakutkan dan tidak pula jeleknya perangai
Dan tidak pula kita berhati-hati secara lisan dan tidak pula tangan

Salah satu cara untuk mememberi semangat masyarakat dan sanak saudara untuk membaca yang benar sehingga dapat mengerti al-haq, salah satunya adalah dengan memberi hadiah buku dalam momen yang tepat seperti ramadhan, hari raya, resepsi pernikahan, pembagian daging aqiqah, dsb. (Kaifa Taqra`u Kitaban, karya Dr. Zaid bin Muhamamad ar Rummani, cet. 1, Darul Hadharah)

Apabila ada sepuluh orang saja yang menerima selebaran dakwah atau fotocopian suatu masalah syar’i, lalu mereka mengamalkannya, maka alangkah banyaknya orang yang akan mendapatkan petunjuk tanpa kita menyampaikan ceramah yang panjang? Alangkah banyaknya pahala yang akan terus mengalir menjadi amal jariyah? ”Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang mengamalkannya”. (HR. Muslim)

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 54, hal. 64

Tinggalkan Balasan