Diantara Guru Kita, Khatib Para Hari Raya

Diantara Guru Kita, Khatib Para Hari Raya
Abu Ashim Muhtar Arifin Marzuqi, Lc

Syaikh bin Baz -rahimahullah- pernah ditanya: ”Telah tersebar di kalangan sebagian orang, bahwa ”Orang yang tidak memiliki guru, maka gurunya adalah setan”. Apa pengarahan Syaikh untuk mereka?”.

Beliau menjawab: ”Ini adalah kesalahan orang umum dan suatu bentuk kejahilan dari sebagian orang-orang sufi untuk menmengajak manusia agar berhubungan dengan mereka, bertaklid kepada mereka dalam bid’ah-bid’ah dan kesesatan-kesesatan mereka.

Sesungguhnya apabila seseorang mendalami agama dengan menghadiri halaqah-halaqah ilmiah dan agama, atau dengan mentadabburi al-Qur`an atau sunnah dan mengambil faedah dan pelajaran darinya, maka dikatakan bahwa dia telah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, bahkan dikatakan: ”Ia telah mendapatkan kebaikan yang banyak”.

Sudah sepantasnya bagi penuntut ilmu untuk berhubungan dengan para ulama yang telah dikenal dengan kelurusan aqidahnya dan kebaikan perilakunya, bertanya kepada mereka tentang kesulitan yang dihadapinya, karena apabila ia tidak bertanya kepada ahli ilmu, maka kadang-kadang ia akan banyak salahnya dan permasalahan-permasalahan akan terjadi kerancuan.

Adapun apabila dia menghadiri halaqah-halaqah ilmiah dan mendengarkan nasihat-nasihat dari ahli ilmu, maka dengan cara inilah dia akan mendapatkan kebaikan yang banyak dan pelajaran-pelajaran yang bermacam-macam, meskipun dia tidak memiliki guru tertentu.

Tidak diragukan lagi bahwa orang yang menghadiri halaqah-halaqah ilmu dan mendengarkan khutbah-khutbah jum’at, hari-hari raya dan ceramah-ceramah yang diadakan di masjid-masjid, maka para gurunya menjadi banyak, meskipun dia tidak menisbatkan kepada salah satu di antara mereka, lalu bertaklid dan mengikuti pendapatnya”.

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 54, hal. 66

Tinggalkan Balasan