Monthly Archives: Juli 2009

Lafazh Sholawat

Lafazh Sholawat

‘Afwan ustadz, ketika tasyahhud kita membaca “assalamu ‘alaika ayyuhannabiyyu” atau “assalamu ‘alannabiyyi”, jazakallahu khairan. [085241075XXX]

Untuk menjawab pertanyaan di atas kami nukilkan penjelasan ringkas dari Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman hafizhahullah dari kitabnya al-Qaul al-Mubin fi Akhta` al-Mushallin, hlm. 152-153.

Beliau membuat judul besar, “Salahnya Mengucapkan assalamu ‘alaika ayyuhannbiyyu ketika tasyahhud.” Kemudian beliau berkata:

“Al-Bukhari mengeluarkan hadits dalam shahihnya, bahwasanya Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- berkata:

… فَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ… .

… Apabila seorang dari kalian shalat, maka hendaklah ia mengucapkan, at-tahiyyatu lillah wash-hsholawatu wath-thayyibat, assalamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullahi wa barokatuhu… . (jilid 2, hlm. 311)

Al-Hafizh Ibnu Hajar -rahimahullah- berkata: “Sungguh telah datang keterangan pada beberapa jalannya yang menuntut perubahan antara masa beliau -shollallahu alaihi wa sallam- yang diucapkan dengan bentuk khitab (lawan bicara), sedangkan setelahnya diucapkan dengan bentuk ghaib (orang ketiga).”

Delapan Kata Untuk Imam Asy-Syafi'i

Delapan Kata Untuk Imam Asy-Syafi’i

Imam asy-Syafi’i –rahimahullah- pernah ditanya tentang arti delapan kata berikut: wajib, lebih wajib, menakjubkan, lebih menakjubkan, sulit, lebih sulit, dekat dan lebih dekat.

Lalu beliau menjawabnya dalam beberapa bait syair berikut:

مِنْ وَاجِبِ النَّاسِ أَنْ يَتُوْبُـوْا                  لَكِنَّ تَـرْكَ الذُّنُـوْبِ أَوْجَـبُ

وَ الدَّهْرُ فِي صَرْفِهِ عَجِيْـبٌ                    وَ غَفْلَـةُ النَّاسِ عَنْـهُ أَعْجَـبُ

وَالصَّبْرُ فِي النَّائِبَاتِ صَعْبٌ                   لَكِنَّ فَوَاتَ الثَّـوَابِ أَصْـعَبُ

وَكُلُّ مَا تَرْتَجِــيْ قَرِيْـبٌ                       وَالْمَوْتُ مِنْ دُوْنِ ذَلِكَ أَقْـرَب

Edisi 53

ed-53