Syaikh al-Albani -rahimahullah- & Jamaah Tabligh

Syaikh al-Albani -rahimahullah-  & Jamaah Tabligh

Bismillâh. Ana abdullah dari Kolaka, Sulawesi Tenggara, mau tanya terkait adanya isu bahwa para ustadz salaf menyembunyikan fatwa Syaikh al-Albani kepada muridnya, Syaikh Ali Hasan, bahwa Jamaah Tabligh dibolehkan, mohon penjelasan, syukran. Saya dengar dari Jamaah Tabligh Surabaya.

Abdullah, Kolaka, Sultra +628124228XXX

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad -shollallahu alaihi wa sallam-, wa ba’du.

Setiap orang yang ingin menghidupkan sunnah nabi n dan menyebarkan kebaikan di bumi ini hampir tidak pernah lepas dari tuduhan dusta, isu miring atau prasangka yang dibuat-buat. Begitu pula para ustadz salaf di Indonesia atau bahkan para ulama dunia, mereka dituduh telah menyembunyikan fatwa Syaikh al-Albani -rahimahullah- yang konon katanya membolehkan Jamaah Tabligh. Namun, tuduhan tersebut tak berpijak pada suatu pondasi yang dapat mengokohkan. Sebaliknya, bahkan lebih lemah dari pada sarang laba-laba.

Untuk meluruskan tuduhan dusta di atas, kami sengaja menukil penjelasan dari Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafizhahullâh, yang mana beliau berkata ketika mengomentari ucapan Syaikh Muhammad Taqiyyudin al-Hilali tentang Jamaah Tabligh, [Sesungguhnya mereka adalah pengikut tarekat (sufi) kontemporer]: “Ini adalah ucapan yang pantas bagi mereka, dan ucapan di atas serupa dengan apa yang dikatakan oleh Syaikh (Guru) kami al-‘Allâmah al-Muhaddits al-Albani -rahimahullah- tentang mereka:

صُوْفِيَّةٌ مُتَنَقِّلَةٌ خَرَجُوْا مِنَ الصَّوَامِعِ إِلَى الشَّوَارِعِ

”(Mereka) adalah kelompok sufi yang berpindah-pindah tempat, mereka keluar dari tempat peribadatan menuju jalanan.”

Syaikh Masyhur Hasan Salman hafizhahullâh melanjutkan: “Sebagian pengikut Jamaah Tabligh membuat isu tentang taubatnya beliau (Syaikh al-Albani -rahimahullah-) dari menyalahkan mereka (Jamaah Tabligh) sebelum wafat. Ini adalah suatu kedustaan. Saudara kita, Abu Asyraf Muhammad al-Jizawi -rahimahullah- bersama seorang tamu dari Palestina yang sempat terpengaruh dengan mereka pernah merekam ucapan beliau (Syaikh al-Albani -rahimahullah-) dalam sebuah kaset yang memperinci kesalahan-kesalahan mereka. Dan hal itu terjadi beberapa hari sebelum beliau meninggal dunia.”[1]

Inilah kabar terakhir dari Syaikh al-Albani -rahimahullah- yang sempat terekam. Beliau melucuti kesalahan mereka dan itu terjadi beberapa hari sebelum ajal menjemputnya. Kesimpulannya, tuduhan yang mereka sebarkan itu adalah palsu, yang -mungkin saja- sengaja dibuat-buat untuk mengelabui masyarakat, agar mereka menjauh dari ajaran al-Qur`an dan as-Sunnah menurut pemahaman salafush shalih. Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian. Wallâhu ta’âlâ a’lam.

———————————————

1. Lihat kitab Sabîl ar-Rasyâd fî Hadyi Khair al-‘Ibâd, jilid 1, hlm. 74, oleh al-‘Allâmah Syaikh Muhammad Taqiyuddin al-Hilali dengan komentar Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman. Dan Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu memiliki nasehat untuk Jamaah Tabligh, lihat adz-Dzakhiirah edisi 38 hal. 6-7

(adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah Ed 46, hal 6)

Tinggalkan Balasan